Denpasar – Komitmen memperkuat stabilitas keamanan berbasis kolaborasi kembali ditegaskan jajaran Kepolisian Resor Kota Denpasar. Kapolresta Denpasar, Leonardo D. Simatupang, melaksanakan kunjungan dialogis ke Yayasan Flobamora Bali yang beralamat di kawasan Denpasar Timur, (13/4/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi penguatan komunikasi publik Polri dengan elemen masyarakat lintas latar belakang. Pendekatan humanis yang dibangun menitikberatkan pada dialog terbuka bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, serta komunitas diaspora guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Ketua Dewan Pembina Flobamora Bali, Yusdi Diaz, menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Kapolresta Denpasar beserta jajaran. Ia menegaskan bahwa komunitas Flobamora sebagai bagian integral bangsa memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga harmoni sosial di Bali.
Menurutnya, stabilitas kamtibmas merupakan fondasi utama keberlangsungan sektor pariwisata Bali yang menjadi wajah Indonesia di mata dunia. Ia juga memaparkan dinamika internal diaspora Nusa Tenggara Timur (NTT) di Bali yang terdiri dari komunitas terorganisir dan kelompok non-terikat, dengan jumlah yang signifikan.
“Soliditas sosial harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan. Kami berharap tidak ada ruang bagi tindakan yang meresahkan masyarakat, tanpa memandang latar belakang apapun,” tegasnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan harapan publik terhadap aparat penegak hukum agar senantiasa menjunjung tinggi prinsip profesionalitas, netralitas, serta supremasi hukum dalam setiap tindakan.
Sementara itu, Kapolresta Denpasar Leonardo D. Simatupang menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja secara parsial dalam menjaga keamanan wilayah. Sinergi bersama masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Polri membutuhkan dukungan aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh-tokoh komunitas. Masukan konstruktif sangat kami perlukan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik,” ujarnya dengan tegas.
Ia juga menyoroti peran strategis Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri di lapangan. Kehadiran mereka di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi sekaligus detektor dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Lebih lanjut, Kapolresta mengajak seluruh komponen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menyelesaikan setiap persoalan sosial secara bijak dan berlandaskan hukum. Pendekatan preventif dan dialogis dinilai sebagai langkah efektif dalam meredam potensi konflik serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Kegiatan sambang ini menjadi simbol konkret hadirnya negara di tengah masyarakat, sekaligus mempertegas arah kebijakan Polri yang mengedepankan pendekatan presisi, humanis, dan berkeadilan. Dengan sinergi yang solid, diharapkan wilayah Kota Denpasar tetap terjaga dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif sebagai penopang utama aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
(Redaksi Media Nasional Ganesha Abadi)









