Batu, Jawa Timur – Pelaksanaan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional Angkatan II yang digelar Pimpinan Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PW IPHI) Jawa Timur resmi ditutup pada Kamis (6/8/2025) di Hotel Asida, Kota Batu, Malang. Kegiatan yang berlangsung sejak awal Agustus ini merupakan hasil kolaborasi IPHI Jawa Timur dengan Kementerian Agama RI dan Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung.
Keberkahan acara ini terlihat dari tingginya antusiasme peserta hingga hari terakhir. Salah satunya datang dari dr. H. Moh. Yusuf, S.KM., M.Kes., seorang tenaga medis di RS Batu Malang. Ia mengaku termotivasi mengikuti sertifikasi ini karena pengalaman pribadinya saat menjadi petugas haji di bidang kesehatan.
“Sering kali jamaah, khususnya yang lansia dan memiliki kondisi kesehatan kurang baik, meminta bimbingan ibadah kepada kami meskipun tugas utama kami di bidang medis. Kami merasa terpanggil untuk memberikan bimbingan ibadah yang benar. Itulah mengapa saya bergabung dalam kegiatan yang penuh berkah ini,” tutur dr. Yusuf.
Dalam testimoninya, dr. Yusuf mengungkapkan kekagumannya terhadap kualitas penyelenggaraan. Materi disampaikan oleh para ulama dan pakar di bidangnya secara atraktif, mendalam, dan diselingi humor segar, sehingga peserta betah mengikuti sesi hingga malam hari.
Selain itu, pelayanan panitia juga mendapatkan apresiasi. Mulai dari administrasi, akomodasi, hingga konsumsi dinilai sangat memuaskan. Panitia bahkan menyiapkan menu tambahan di luar standar hotel, yang menjadi momen kebersamaan berharga bagi peserta. “Makan bersama satu nampan berempat menambah rasa persaudaraan,” ujarnya.
Lokasi kegiatan di Hotel Asida juga strategis, karena dekat dengan area praktik manasik haji di Perumahan Panorama. Peserta dapat melakukan simulasi lengkap prosesi haji—mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, lontar jumrah di Mina, hingga thawaf dan sa’i—dengan latar pemandangan pegunungan yang indah.
Sementara itu, Sekretaris PW IPHI Jawa Timur, KH. Imam Mawardi Ridlwan, mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta serta memohon maaf atas segala kekurangan. “Para peserta semangat, guyub, dan bersinergi meski rata-rata sudah di atas 45 tahun, bahkan ada yang berusia 65 tahun. Semoga semangat ini berlanjut pasca sertifikasi,” ujarnya.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan para pembimbing manasik haji profesional yang telah tersertifikasi dapat memberikan bimbingan ibadah yang lebih berkualitas, terutama bagi jamaah haji lansia dan berkebutuhan khusus, sehingga ibadah haji mereka semakin khusyuk dan sesuai tuntunan syariat.
(Red)








