Batu Bara – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Anak Daerah Menggugat (AADM) berencana menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Direksi PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, pada Rabu (5/11).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan ketidakadilan terhadap pengusaha lokal serta sejumlah masalah lingkungan di sekitar area operasional perusahaan.
Koordinator Aksi, Flora Sitanggang, menegaskan bahwa salah satu tuntutan utama massa aksi adalah penolakan terhadap keterlibatan perusahaan luar daerah yang dianggap menyingkirkan peran pengusaha asli daerah.
Menurutnya, pihak manajemen PT Inalum diduga telah melakukan adu domba antara perusahaan lokal dan anak perusahaan mereka sendiri, yaitu PT Sinergi Mitra Lestari Indonesia (PT SMLI).
PT SMLI seharusnya hanya menangani limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), bukan mengambil besi bekas pakai yang menjadi hak pengusaha lokal,” ujar Flora, Selasa (4/11).
Selain itu, AADM juga menuntut kejelasan perjanjian pemeliharaan jaringan transmisi tusted PT Inalum yang melintasi lahan warga di Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka.
Pihaknya juga meminta Kapolda dan Kejati Sumut untuk segera memeriksa dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas penimbunan limbah karbon (anoda dan katoda) oleh PT Inalum. Aktivitas ini disebut telah menyebabkan pencemaran air laut dan menurunkan hasil tangkapan nelayan di wilayah tersebut.
“Sekarang nelayan sulit dapat ikan di pinggir pantai, harus melaut jauh baru dapat tangkapan. Kami minta Kapolda Sumut dan Kejati Sumut segera memeriksa pihak-pihak terkait,” tegas Flora.
Selain dugaan pencemaran, AADM juga mendesak agar sejumlah pejabat PT Inalum seperti Jevi Amri, Joko Susilo, dan Rafiki Komany segera dicopot dari jabatannya karena dinilai gagal menjaga hubungan kemitraan yang sehat dengan pelaku usaha lokal.
Hingga berita ini diterbitkan, General Manager PT Inalum, Joko Susilo, dan Plt Kepala Grup Komersial & Manajemen Rantai Pasok, Jevi Amri, belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, aksi demonstrasi ini akan melibatkan ratusan masyarakat dari berbagai elemen, termasuk perwakilan nelayan dan tokoh masyarakat sekitar.
(Tim)








