TULUNGAGUNG – Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Kedungwaru dan Polsek Kedungwaru, menggelar “Pawai Budaya Nusantara” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) Ke-79. Acara yang digelar pada Ahad pagi ini bertujuan menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan santri. Minggu (01/09/2024)

Pawai ini mengusung tema “Santri Berbakti Membangun Negeri” dan diberangkatkan dari halaman Balai Desa Kedungwaru oleh Kepala Desa Thoha, S.Ag, bersama Pengasuh Pesantren KH. Imam Mawardi Ridlwan, dan Kapolsek Kedungwaru, Sumaji. Sebanyak 1000 santri turut serta dalam pawai, sebagai bentuk upaya menjaga keberagaman budaya nusantara, guyub rukun, serta memperkuat persatuan dan berdaulat membangun negeri.

Dalam sambutannya, Thoha, S.Ag selaku Kepala desa memberikan apresiasi atas kontribusi para santri Al Azhaar Tulungagung dalam memperingati kemerdekaan. Di lokasi yang sama, Abah Imam Pengasuh Pesantren, mengungkapkan bahwa pawai ini merupakan hasil kerja sama antara santri, orang tua, guru, komite sekolah, Karang Taruna Desa Kedungwaru, dan Polsek Kedungwaru.

“Peran orang tua sangat signifikan. Semangat mereka dan dukungan Karang Taruna Desa Kedungwaru sangat membantu kelancaran pawai ini,” ujar Abah Imam. Ia menambahkan pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air pada santri untuk memastikan Indonesia tetap berdaulat.

Lebih lanjut Abah Imam menyampaikan “Santri sebagai generasi muda, sebaiknya harus terus dipupuk semangat mengisi kemerdekaan dengan giat belajar, berkarya, beribadah, dan mencintai budaya nusantara.”

Pawai Budaya Nusantara Pesantren Al-Azhaar dimulai begitu khusyuk dengan pembacaan Al Qur’an oleh para santri dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara ini disambut meriah oleh masyarakat Desa Kedungwaru, Kelurahan Kenayan, dan Kelurahan Kepatihan. Pawai berjalan tertib berkat dukungan anggota Polsek Kedungwaru dan Bankom Desa Kedungwaru.
Pesantren Al Azhaar Tulungagung berhasil menggelar Pawai Budaya Nusantara yang menyemangati nasionalisme dan kebersamaan di masyarakat. Pawai ini melibatkan santri, keluarga, dan aparat desa untuk merayakan Hari Kemerdekaan sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air dan persatuan.
Kegiatan ini diharapkan mendorong generasi muda untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan budaya nusantara dalam setiap langkah kehidupan mereka.
(Tim/Red)








