DENPASAR – Komitmen menjaga keamanan wilayah perairan terus diperkuat oleh jajaran Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Denpasar melalui pelaksanaan patroli laut rutin menggunakan Kapal Patroli Lumba-Lumba XI-1012 di kawasan perairan strategis Bali, Sabtu (30/5/2026).
Patroli yang menyisir jalur perairan Pelabuhan Benoa, Tanjung Benoa, Nusa Dua hingga kawasan Serangan tersebut merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk tindak penyelundupan barang terlarang, pelanggaran pelayaran, serta risiko kecelakaan laut akibat cuaca yang tidak menentu.
Kegiatan patroli dipimpin langsung oleh Ps. Kasubnit Patwalair Satpolairud Polresta Denpasar, Aipda I Nyoman Darmadi, bersama personel Bripka Marthen Eduard Endolu, Bripka I Nyoman Ariawan, serta ABK Aipda I Nyoman Sumada.
Patroli dimulai sejak pukul 07.00 Wita dengan fokus utama melakukan pengawasan terhadap aktivitas kapal dan masyarakat yang beroperasi di wilayah perairan hukum Polresta Denpasar. Pengawasan diperketat terutama pada jalur keluar masuk kapal di Pelabuhan Benoa yang merupakan salah satu pintu gerbang transportasi laut penting di Bali.
Selain pemantauan keamanan, petugas juga aktif memberikan edukasi kepada para nelayan dan pemancing terkait pentingnya keselamatan pelayaran. Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG serta memperhatikan kondisi gelombang laut sebelum beraktivitas.
Dalam patroli tersebut, personel Satpolairud mengingatkan para pengguna laut agar selalu melengkapi diri dengan alat keselamatan seperti jaket pelampung dan perlengkapan darurat lainnya guna meminimalisir risiko kecelakaan di tengah perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Tidak hanya melakukan pembinaan dan penyuluhan, petugas juga melaksanakan pemeriksaan terhadap kapal-kapal yang melintas. Pemeriksaan meliputi kelengkapan dokumen pelayaran, identitas awak kapal, hingga pengawasan terhadap kemungkinan adanya aktivitas ilegal yang memanfaatkan jalur laut sebagai sarana distribusi barang terlarang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Polri dalam memperkuat pengawasan wilayah perairan sekaligus menutup celah terjadinya tindak pidana lintas wilayah yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan daerah.
Selama pelaksanaan patroli, kondisi cuaca terpantau cerah dengan keadaan air laut pasang sehingga aktivitas pelayaran berlangsung normal dan lancar. Hingga patroli berakhir, situasi di seluruh kawasan yang menjadi sasaran pengawasan dilaporkan aman, tertib, dan kondusif tanpa ditemukan gangguan menonjol.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menegaskan bahwa patroli laut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat pesisir maupun pengguna jasa transportasi laut.
“Patroli perairan akan terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan wilayah laut, mencegah berbagai bentuk kriminalitas di perairan, serta memastikan aktivitas pelayaran dan perikanan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Dengan intensifikasi patroli laut yang dilakukan secara konsisten, Polresta Denpasar berharap mampu menciptakan perairan yang aman, mendukung aktivitas ekonomi maritim, serta memperkuat pengawasan terhadap potensi ancaman keamanan di wilayah laut Bali yang menjadi salah satu destinasi wisata internasional terpenting di Indonesia.
(Redaksi Media Nasional Ganesha Abadi)








