Tulungagung – Di tengah gemuruh ombak Pantai Sine yang beriring di sepanjang Jalur Lintas Selatan (JLS), lahirlah sebuah ikhtiar mulia dari masyarakat Dusun Ngelo, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung. Semangat gotong royong warga setempat kini terwujud dalam pembangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tahfidz Al Azhaar Ngelo, yang pondasi bangunannya baru saja rampung. Lebih dari sekadar berdiri bangunan, MI Tahfidz ini hadir sebagai simbol harapan lahirnya generasi Qur’ani dari pesisir selatan Tulungagung.
Pada Selasa malam (15/9/2025) pukul 21.45 WIB, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Azhaar Indonesia, KH. Imam Mawardi Ridlwan, hadir langsung meninjau pembangunan MI Tahfidz bersama Bu Nyai Finida’ Khoiro, Ibu Erita Dewi dari Kediri, Ustadz Rohman, Ustadz Jawas Hadi, Bapak Sholi, Ibu Sum, Ustadzah Anis, dan Mas Ahmad.
Dalam kesempatan itu, KH. Imam Mawardi Ridlwan menegaskan bahwa visi MI Tahfidz Al Azhaar adalah membina generasi Qur’ani sejak usia dini. Program pendidikan dimulai dari memperbaiki bacaan (tahsin), mengajarkan cara membaca yang benar (tartil), hingga menghafalkan Al-Qur’an (tahfidz).
> “Program MI Tahfidz adalah ikhtiar membina anak-anak di sekitar JLS Pantai Sine Tulungagung agar tumbuh dengan akhlakul karimah dan menjadi penjaga Al-Qur’an,” tutur Abah Imam.
Langkah besar ini mendapat dukungan penuh dari Ibu Erita Dewi, yang menegaskan bahwa seluruh murid MI Tahfidz Al Azhaar Ngelo akan dibebaskan dari biaya sekolah. Seluruh kebutuhan operasional dan bisharoh guru ditanggung penuh olehnya.
> “Mengapa gratis? Karena mereka adalah calon penghafal Al-Qur’an. Biaya tidak boleh menjadi penghalang untuk menapaki jalan mulia menjaga wahyu Allah,” ujarnya.
Dengan konsep pendidikan tanpa biaya, MI Tahfidz Al Azhaar Ngelo menjadi investasi akhirat yang diyakini membawa keberkahan. Sekolah ini terbuka luas untuk seluruh anak-anak di wilayah pesisir selatan Tulungagung, khususnya sekitar Pantai Sine.
Orang tua yang ingin mendaftarkan putra-putrinya dapat langsung menghubungi Ustadzah Anis Ngelo di nomor WhatsApp: +62 813-5747-6286.
Ikhtiar ini diharapkan menjadi cahaya bagi generasi Qur’ani di pesisir selatan, sekaligus wujud nyata kepedulian masyarakat dan yayasan dalam melahirkan penghafal Al-Qur’an dari tepian laut Tulungagung.
(Red)








