Lubuk Linggau, Sumsel– Pemerintah Kota Lubuk Linggau menegaskan pentingnya upaya bersama dalam mencegah peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, dan metan. Penegasan ini disampaikan oleh Staf Ahli III Bidang Kemasyarakatan dan SDM, H. Heri Zulianta, mewakili Wali Kota H. Rachmat Hidayat, dalam kegiatan Advokasi Intervensi Keamanan Pangan 2025 yang digelar Loka POM Lubuk Linggau, Rabu (23/4/2025) di Op Room Dayang Torek.
“Zat kimia berbahaya ini berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Karena pangan merupakan kebutuhan primer, maka pengawasannya harus dimulai dari komunitas terkecil,” ujar Heri.

Ia juga menekankan perlunya sinergi antar-OPD lintas sektor agar program ini berjalan maksimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. “Kami berharap seluruh OPD dapat bekerja sama mendukung program keamanan pangan,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, diperkenalkan tiga program unggulan:
- Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD)
- Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK)
- SAPA Sekolah
Ketiga program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat dalam menjaga keamanan pangan di berbagai lingkungan, mulai dari desa, pasar, hingga sekolah.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Loka POM Lubuk Linggau Ronny Syafri, Kepala Disperindag Medhioline Sapta Windu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan H. Tegi Bayumi, serta perwakilan OPD terkait lainnya.
(Erwin – Kaperwil Lubuklinggau, Musi Rawas Utara)








