Banyuwangi – Kearifan lokal Banyuwangi kembali menggema. Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon _Sesaji Rajasuya_ sukses digelar di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Mengangkat dalang Ki Ichwan Dewi Purba Carito, acara ini menjadi ruang nonton bareng warga sekaligus memperkuat sinergi budaya, TNI, dan pemerintah desa.
Lakon “Sesaji Rajasuya”: Pesan Kepemimpinan dan Kebijaksanaan
Mengusung lakon Sesaji Rajasuya Ki Ichwan Dewi Purba Carito menyajikan tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai. Lakon tersebut mengisahkan tentang pengorbanan, musyawarah, dan kebijaksanaan pemimpin dalam menjaga keutuhan wilayah. Nilai-nilai inilah yang relevan untuk memperkuat persatuan warga Blambangan di tengah dinamika zaman.
Tampilan karawitan, suluk, dan cengkok gaya Banyuwangian dari Ki Ichwan mendapat apresiasi tinggi dari para pecinta wayang yang hadir hingga larut malam.
Nobar Bersama TNI dan Kepala Desa: Budaya Perekat Kebangsaan
Pagelaran dikemas dalam format _nonton bareng_ yang terbuka untuk seluruh warga. Kehadiran Danpos AL Muncar Letu Marjun memenuhi undangan Kepala Desa Blambangan Muncar H. Agus Styoboedi menjadi penegas bahwa budaya adalah perekat kebangsaan.
Kehadiran unsur TNI dan pemerintah desa di tengah warga menciptakan suasana akrab, meriah, dan kondusif. Hal ini menunjukkan kolaborasi nyata antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga serta melestarikan seni tradisi.
Kades H. Agus Styoboedi: Wayang Adalah Identitas Banyuwangi
Kepala Desa Blambangan Muncar H. Agus Styoboedi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pagelaran.
Wayang kulit adalah identitas dan jati diri orang Banyuwangi. Melalui lakon _Sesaji Rajasuya_ ini kita belajar tentang musyawarah, tanggung jawab, dan gotong royong. Saya berterima kasih kepada Danpos AL Muncar Letu Marjun yang hadir bersama warga, serta kepada Ki Ichwan Dewi Purba Carito yang telah menghidupkan panggung budaya kita malam ini,” ujar Kades Agus.
Ganesha Abadi: Budaya Harus Dirawat Bersama
Redaksi Media Nasional Ganesha Abadi menilai pagelaran ini adalah praktik baik pelestarian budaya berbasis kolaborasi. Sinergi antara Kepala Desa, Danpos AL Muncar, dalang, dan masyarakat menjadi kunci agar kesenian wayang kulit tetap hidup, mengakar, dan bermanfaat bagi generasi muda.
Dengan kemasan yang merakyat dan pesan yang bermartabat, pagelaran Wayang Kulit _Sesaji Rajasuya_ di Desa Blambangan Muncar diharapkan menjadi inspirasi kegiatan budaya lain di Banyuwangi. Budaya yang hidup akan memperkuat karakter bangsa, menjaga kerukunan, dan menumbuhkan ekonomi kreatif lokal.
(Redaksi Media Nasional Ganesha Abadi)
Ganesha Abadi Suara Kebenaran, Pilar Demokrasi
Wayang Kulit Blambangan Muncar, Sesaji Rajasuya Ki Ichwan Dewi Purba Carito, Danpos AL Muncar Letu Marjun, Kades Blambangan H Agus Styoboedi, Pagelaran Wayang Kulit Banyuwangi,








