BANYUWANGI – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024, Lapas Kelas IIA Banyuwangi intensif berkoordinasi dengan KPU untuk mendirikan dua TPS khusus bagi tahanan dan narapidana. Senin (08/07/2024).
Lapas Kelas IIA Banyuwangi mulai intensif melakukan koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat untuk persiapan Pilkada 2024 yang akan digelar pada November mendatang. Kepala Lapas Banyuwangi, Agus Wahono, bersama sejumlah pejabat struktural berkoordinasi dengan Komisioner KPU Banyuwangi Divisi Perencanaan Data dan Informasi Moh. Qowim, staf KPU, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Giri.
Pada Pilkada 2024, Lapas Banyuwangi akan memiliki dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus yang akan menampung hak pilih dari lebih dari 900 penghuni, baik tahanan maupun narapidana. Menurut Agus Wahono, dua TPS ini dianggap cukup untuk melayani seluruh penghuni, mengingat tiap TPS bisa menampung 450 hingga 580 pemilih.
Agus menjelaskan bahwa penempatan TPS khusus di Lapas Banyuwangi pada Pilkada kali ini lebih sedikit dibandingkan Pemilihan Umum (Pemilu) pada Februari lalu. Hal ini dikarenakan Pilkada hanya memilih Gubernur dan Wakil Gubernur, serta Bupati dan Wakil Bupati atau Walikota dan Wakil Walikota, sehingga proses pemungutan suara bisa lebih cepat.
Saat ini, pihak Lapas terus melakukan pendataan dan pemutakhiran daftar pemilih untuk memastikan seluruh tahanan dan narapidana terdaftar dan dapat menyalurkan hak pilihnya. “Penggunaan hak pilih merupakan hak konstitusional warga negara, tidak terkecuali mereka yang sedang menjalani pembinaan di Lapas,” tegas Agus.
Agus menambahkan bahwa koordinasi dan komunikasi dengan KPU akan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Pilkada di Lapas Banyuwangi. “Kami berharap pelaksanaan Pilkada 2024 nantinya dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tertib,” pungkasnya.
(TeamRed)







