SIBOLGA — Korsabhara Baharkam Polri mengerahkan 100 personel Detasemen Perintis dalam rangka BKO Operasi Aman Nusa II Penanganan Bencana Alam di wilayah hukum Polres Sibolga, Polda Sumatera Utara. Penguatan pasukan ini difokuskan untuk pengamanan lokasi terdampak longsor, evakuasi korban, serta pencegahan potensi gangguan Kamtibmas di kawasan rawan.
Operasi lapangan dipimpin langsung oleh KOMPOL Trie Sis Biantoro, S.Pd., S.I.K., M.H., selaku Penanggung Jawab, dan dimulai sejak pukul 07.00 WIB, Rabu (10/12/2025).
Pengamanan Dipertebal di Titik-Titik Strategis
KOMPOL Trie Sis Biantoro menegaskan bahwa ratusan personel disebar di sejumlah titik krusial, termasuk Polres Sibolga, beberapa Polsek, serta lokasi terdampak di sekitar pemukiman warga.
“Penempatan personel dilakukan untuk mempertebal pengamanan dan mencegah potensi penjarahan maupun penumpukan massa. Prioritas kami adalah memastikan penanganan bencana berjalan aman, cepat, dan terkoordinasi,” ujar Kompol Trie.
Langkah ini juga bertujuan memastikan situasi Kamtibmas tetap kondusif di tengah mobilitas warga yang masih tinggi di sekitar lokasi bencana.
40 Personel Tim Evakuasi Terjun di Lokasi Longsor
Dari total pasukan, 40 personel Rescue diterjunkan ke titik longsor di Kelurahan Pancoran Gerobak, Belakang Masjid Budi Sehati, Sibolga. Mereka dilengkapi perlengkapan SAR lengkap seperti:
- Cutter
- Spreader
- Chainsaw
- Rescue Kit
- 30 kantong jenazah
Tim bertugas melakukan pencarian korban, pembersihan material longsor, hingga pengamanan jalur distribusi bantuan.
Capaian Operasi: Lalu Lintas Terkendali, Lokasi Aman dan Kondusif
Hingga siang hari, Korsabhara Baharkam Polri melaporkan beberapa keberhasilan signifikan:
✔ Pembersihan material longsor di Jalan SM Raja berjalan aman dan tertib
✔ Arus lalu lintas terkendali, tanpa kemacetan berarti
✔ Situasi Kamtibmas kondusif, tanpa insiden penghambat operasi
✔ Koordinasi dengan unsur TNI–Polri–BPBD berjalan efektif di lapangan
Pengendalian mobilitas warga menjadi salah satu fokus utama guna mencegah penyumbatan akses alat berat dan jalur evakuasi.
Kendala Lapangan: Material Tebal & Lalu Lintas Warga
Meski berjalan lancar, tim menghadapi beberapa tantangan, antara lain:
- Ketebalan material longsor yang cukup luas sehingga membutuhkan pengerjaan intensif dan waktu panjang.
- Arus kendaraan warga yang masih mencoba melintasi area terdampak, sehingga harus dilakukan pengalihan dan pengaturan lalu lintas secara ketat.
Polri Tegaskan Komitmen Penanganan Bencana
Korsabhara Baharkam Polri menegaskan bahwa pengerahan pasukan ini merupakan implementasi komitmen Polda Sumut untuk hadir langsung di tengah masyarakat dalam situasi darurat.
“Operasi ini adalah wujud nyata komitmen kami: ‘Siap Terlihat dan Bermanfaat’. Setiap personel ditugaskan optimal untuk membantu masyarakat dan mempercepat pemulihan pascabencana,” tegas Kompol Trie.
Operasi Aman Nusa II dipastikan terus berlanjut hingga situasi di Sibolga benar-benar pulih dan seluruh titik rawan dapat ditangani secara tuntas.
(Red)







