Banyuwangi, 19 September 2025 – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum, Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (DPUCKPP) terus menunjukkan konsistensi dalam penanganan infrastruktur pasca ambrolnya jembatan Sungailembu di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Langkah-langkah nyata yang diambil sejak hari pertama hingga rencana jangka panjang membuktikan keseriusan pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Begitu laporan kerusakan jembatan diterima, Pemkab Banyuwangi segera menurunkan tim teknis bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan keamanan lokasi dan menyiapkan akses darurat. Berkat gerak cepat tersebut, dalam hitungan hari jembatan darurat berbahan baja berhasil didirikan. Kehadiran jembatan sementara ini langsung dimanfaatkan warga sebagai jalur penghubung vital antar desa, sehingga roda perekonomian dan aktivitas sosial tetap berjalan.
Kepala DPUCKPP Banyuwangi menegaskan bahwa pembangunan jembatan darurat hanyalah solusi sementara. Pemerintah telah menyusun roadmap pembangunan jembatan permanen dengan kualitas lebih kokoh dan aman. Rencana pembangunan permanen tersebut sudah masuk dalam perencanaan tahun 2026, lengkap dengan kajian teknis seperti analisis geoteknik, hidrologi, serta desain struktur yang tahan banjir.
“Mulai dari tanggap darurat, pembangunan jembatan sementara, hingga persiapan pembangunan permanen, semua kami jalankan dengan prinsip konsistensi dan keberlanjutan. Ini adalah bentuk nyata bahwa pemerintah hadir untuk masyarakat, dari kondisi kritis hingga solusi jangka panjang,” tegasnya.
Rencana jembatan permanen dirancang dengan panjang sekitar 40 meter dan lebar 6 meter, dilengkapi dengan pondasi beton bertulang yang lebih kuat serta elevasi lebih tinggi dari jembatan lama. Selain itu, pembangunan akan melibatkan sistem drainase tambahan untuk mencegah kerusakan akibat aliran air sungai saat debit meningkat di musim penghujan.
Pemkab Banyuwangi juga mengapresiasi dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, aparat keamanan, hingga partisipasi aktif masyarakat. Kolaborasi ini membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya soal teknis, tetapi juga soal kebersamaan dan gotong royong dalam menjaga aksesibilitas warga.
Dengan konsistensi langkah dari darurat hingga permanen, jembatan Sungailembu diharapkan menjadi contoh nyata komitmen Pemkab Banyuwangi dalam membangun infrastruktur tangguh, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
(Red)











