SUMENEP, 19 September 2026 — Media Ganesha Abadi-Upaya konfirmasi terkait pembangunan Jembatan Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, hingga kini tidak mendapat jawaban. Media telah mengirimkan pesan tertulis kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sumenep, namun sampai batas waktu yang wajar tidak ada penjelasan apa pun yang disampaikan.
DUA HAL YANG DIPERTANYAKAN
Dalam pesan yang dikirimkan, media menyoroti dua hal pokok:
Pertama, papan informasi tidak mencantumkan volume pekerjaan.
Warga mempertanyakan mengapa papan proyek yang terpasang hanya memuat nilai kontrak sebesar Rp 705.683.000, tanpa menyebutkan rincian maupun volume fisik yang dikerjakan. Apakah ketiadaan data tersebut memang instruksi dari dinas atau sekadar kehendak pelaksana? Masyarakat berhak mengetahui apa yang sebenarnya dibangun dengan uang tersebut.
Kedua, pengalihan sementara mengorbankan akses warga.
Penutupan dan pengalihan jalan berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari. Anak sekolah harus berputar jauh, warga yang hendak ke pasar maupun berkantor mengalami kesulitan. Masyarakat tidak menolak pembangunan, namun kenyamanan dan akses dasar tidak boleh diabaikan.
DIAMNYA PIHAK TERKAIT SEMAKIN MEMPERKUAT PERTANYAAN
Ketidaksediaan memberikan penjelasan justru memunculkan dugaan baru. Apakah ada hal yang tidak ingin diketahui publik? Mengapa data dasar seperti volume dan rincian pekerjaan disembunyikan?
Pasal 113 UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa serta prinsip keterbukaan informasi publik mewajibkan setiap kegiatan pembangunan diumumkan secara jelas dan dapat diketahui siapa saja. Menutup diri dari pertanyaan bukanlah sikap yang seharusnya ditunjukkan oleh lembaga publik.
MASYARAKAT TETAP MENUNGGU JAWABAN
Warga Matanair dan pengguna jalan berharap:
1. Segera dipasang papan informasi lengkap yang memuat volume, rincian pekerjaan, serta jadwal pelaksanaan
2. Diberikan penjelasan mengapa pengalihan jalan dilakukan tanpa sosialisasi yang memadai
3. Dijamin akses warga tetap terlayani selama pekerjaan berlangsung, terutama bagi anak sekolah dan kebutuhan harian
4. Jawaban disampaikan secara terbuka kepada publik, bukan ditutup-tutupi
“Kami tidak menolak dibangun. Kami hanya minta diberitahu apa yang dibangun, berapa harganya, dan kapan kami bisa lewat kembali. Itu bukan permintaan yang berlebihan.” — warga Matanair.
Hingga berita ini diturunkan, pesan konfirmasi masih belum dibalas. Kami akan terus berupaya mendapatkan penjelasan dan melaporkan perkembangannya kepada masyarakat.
(Redaksi)


