Banyuwangi – Anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi, Dr. Zaki Al Mubarok, M.Si, meminta Dinas PU Pengairan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola perencanaan pembangunan. Seruan ini muncul setelah adanya laporan warga di Lingkungan Watu Ulo, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, yang rumahnya terancam ambruk akibat abrasi tepi sungai.
Menurut Gus Zaki, sapaan akrabnya, kasus ini menggambarkan masih lemahnya sistem perencanaan di tubuh Dinas PU Pengairan. Ia menilai, laporan masyarakat yang seharusnya menjadi dasar penanganan, justru diabaikan.
“Ketika lokasi rawan bencana sudah diketahui, bahkan sudah pernah ditinjau oleh kelurahan hingga dinas, tapi tak kunjung ditangani, itu berarti perencanaan kita tidak berjalan dengan baik,” tegas politisi PKB tersebut,.
Rumah yang terancam longsor milik pasangan Muji, seorang penyandang disabilitas, dan istrinya Sariyati. Bagian belakang rumah mereka yang berbatasan dengan Kali Rinjani sudah hilang terseret longsor setahun lalu. Kini, sisa bangunan utama juga berada di bibir jurang yang semakin tergerus.
Ketua RT setempat, Sulisno, mengungkapkan bahwa pihak kelurahan, kecamatan, dan Dinas PU Pengairan telah meninjau lokasi. Namun hingga kini, tebing sungai tersebut belum mendapat penguatan. Padahal, hanya beberapa puluh meter dari titik itu, pemerintah daerah telah membangun tanggul baru di saluran lain.
“Keselamatan masyarakat harus diprioritaskan, apalagi yang tinggal di zona kritis. Jangan sampai ada korban baru hanya karena keteledoran perencanaan,” lanjut Gus Zaki.
Komisi IV DPRD Banyuwangi pun mendorong agar Dinas PU Pengairan lebih fokus pada pembangunan di wilayah rawan longsor dan banjir. Terlebih, menjelang akhir tahun, curah hujan tinggi kerap melanda Banyuwangi dan meningkatkan risiko bencana di bantaran sungai.
“Pembangunan bukan sekadar fisik, tapi harus mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat. Kami minta evaluasi serius agar kasus serupa tidak berulang,” tutup tokoh muda NU yang juga dijuluki Gus Dewan itu.
(Red)







