Banyuwangi – Suasana haru dan penuh kehormatan menyelimuti halaman Markas Kodim 0825/Banyuwangi pada Selasa (18/11/2025) pagi. Ratusan prajurit berdiri tegak memberi penghormatan saat Mayor Arm Sutoyo, S.H., salah satu putra terbaik Kodim, melewati Upacara Pedang Pora sebagai tanda resmi memasuki masa purna tugas setelah puluhan tahun mengabdi untuk TNI Angkatan Darat dan bangsa Indonesia.
Upacara Pedang Pora—tradisi militer yang sarat makna—digelar sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, loyalitas, serta rekam jejak pengabdian Mayor Sutoyo. Barisan prajurit berdiri membentuk gerbang kehormatan dari lengkung pedang, mengiringi langkah terakhir sang perwira dalam dinas aktif.
Komandan Kodim 0825/Banyuwangi, Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., dalam amanatnya menegaskan bahwa pengabdian Mayor Sutoyo adalah teladan nyata bagi seluruh personel, khususnya generasi muda TNI AD. Ia menyampaikan rasa hormat dan apresiasi mendalam atas kontribusi besar yang telah diberikan selama masa penugasan.
“Purna tugas adalah sebuah kehormatan, bukan perpisahan. Pengabdian seorang prajurit tidak berhenti pada batas masa dinas, namun terus hidup sebagai suri teladan bagi yang meneruskan perjuangannya,” tegas Dandim.
Momentum pelepasan ini menjadi pengingat bagi seluruh prajurit mengenai pentingnya menjaga komitmen, integritas, dan kehormatan dalam menjalankan tugas negara. Selama masa dinasnya, Mayor Arm Sutoyo dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, disiplin, dan berdedikasi tinggi untuk satuan maupun masyarakat.
Upacara berlangsung khidmat, ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari seluruh jajaran Kodim 0825/Banyuwangi kepada Mayor Sutoyo dan keluarga. Kodim berharap nilai-nilai keteladanan yang ditinggalkan dapat menjadi motivasi bagi prajurit yang masih aktif dalam meningkatkan profesionalisme dan pengabdian.
Dengan berakhirnya masa dinas Mayor Arm Sutoyo, Kodim 0825/Banyuwangi menegaskan kembali komitmennya untuk terus membangun soliditas satuan, memperkuat moral prajurit, dan menjaga kepercayaan masyarakat sebagai garda terdepan pertahanan kewilayahan.
(Red)








