Sidoarjo — Suasana penuh kehangatan terasa di halaman Klenteng Tri Dharma Teng Swie Bio Krian, Minggu (19/10/2025). Sejak pagi, ratusan warga berdatangan untuk menerima bantuan sosial berupa 2.000 paket sembako yang dibagikan oleh pengurus kelenteng sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Pembagian dimulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dengan sistem kupon yang disebar melalui ketua RW setempat agar penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran.
Ketua Pengurus Klenteng, Hengky Soesanto, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur dan bentuk nyata menjalin kedekatan lintas agama serta Bu daya
“Kami ingin Klenteng Teng Swie Bio menjadi rumah bersama, tempat di mana kebersamaan dan kepedulian tumbuh. Pembagian sembako ini bukan sekadar kegiatan sosial, tapi juga sarana mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekitar,” ujar Hengky.
Paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula, dan mi instan. Kegiatan berlangsung tertib berkat kerja sama panitia, relawan, serta warga yang saling membantu.
Acara juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Ketua Pemuda Pancasila PAC Krian, Arri Pratama, yang ikut membantu menjaga ketertiban, dan Abah H. M. Nizar dari Bupati LIRA Sidoarjo, yang memberikan apresiasi atas inisiatif sosial kelenteng tersebut.
“Apa yang dilakukan Klenteng Teng Swie Bio ini patut ditiru. Semangat berbagi dan toleransi seperti inilah yang memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat,” kata Abah Nizar.
Dukungan juga datang dari komunitas lokal seperti ILS (Info Lintas Sidoarjo) dan IMK (Info Masyarakat Krian) yang turut membantu dokumentasi dan publikasi kegiatan. Sinergi antara pengurus kelenteng, ormas, dan komunitas informasi ini menciptakan dampak sosial positif di tengah masyarakat.
Banyak warga penerima yang mengaku bersyukur atas bantuan tersebut.
“Terima kasih kepada pengurus Klenteng Teng Swie Bio dan semua yang terlibat. Bantuan ini sangat membantu kami,” ujar Sri Astutik, salah satu warga penerima sembako.
Melalui kegiatan sosial ini, Klenteng Tri Dharma Teng Swie Bio Krian kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kebersamaan dan kemanusiaan. Di bawah kepemimpinan Hengky Soesanto, semangat toleransi dan gotong royong terus tumbuh, memperkuat harmoni di tengah keberagaman masyarakat Krian.
(Redho)








