Lubuklinggau – Pembangunan inclinator yang hingga kini belum memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) memicu kritik tajam dari berbagai pihak. Dana miliaran rupiah yang telah dikucurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau dinilai sia-sia, sementara Dinas Pariwisata terkesan menutup mata terhadap aset yang terbengkalai.
Salah satu mahasiswa Hukum Tata Negara (HTN) Bumi Silampari turut angkat bicara, menyoroti kelalaian Dinas Pariwisata sebagai pihak yang menerima aset. Ia menilai transparansi dalam pengelolaan aset ini masih minim dan berpotensi merugikan masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Achmad Asril Asri, mengungkapkan bahwa proyek pembangunan inclinator sebenarnya telah selesai 100 persen dan telah diserahkan ke pengelola aset, yakni Dinas Pariwisata, sebelum akhirnya dikelola oleh PT. Linggau Bisa sebagai operator wisata Bukit Sulap.

“Pengerjaan sudah seratus persen dan telah diserahkan kepada pengelola aset, dalam hal ini Dinas Pariwisata, untuk dikelola oleh PT. Linggau Bisa,” ujar Asril.
Ferry Isrop, seorang aktivis yang ditemui awak media pada Kamis (13/3/2025), menegaskan bahwa Dinas Pariwisata dan PT. Linggau Bisa seharusnya bersikap transparan dalam pengelolaan aset tersebut.
“Seharusnya Dinas Pariwisata dan PT. Linggau Bisa lebih terbuka dalam mempublikasikan serta mempromosikan aset bernilai miliaran rupiah ini,” ujar Ferry.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa jika sejak awal terdapat ketidaksesuaian dalam aset inclinator yang diterima, pihak terkait seharusnya segera membuat laporan atau pengaduan sesuai regulasi yang berlaku.
“Jika memang ada keluhan atau permasalahan, mengapa tidak disampaikan sejak awal? Jangan sampai ketika sudah menjadi sorotan publik, baru ada upaya klarifikasi,” pungkasnya.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari Dinas Pariwisata dan PT. Linggau Bisa dalam memastikan bahwa aset ini dapat beroperasi sesuai tujuan awalnya dan tidak menjadi proyek mangkrak yang merugikan daerah.
(Erwin – Kaperwil Sumsel, Lubuklinggau, Musi Rawas)







