Bekasi – Yayasan SMP-SMK Islam Al-Amin yang berlokasi di Jalan Raya Industri, Pasirgombong, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, kini menjadi sorotan publik. Yayasan yang dikenal melahirkan lulusan berprestasi ini tengah diterpa isu terkait keberangkatan study tour yang dibatalkan.
Aliansi Wartawan Indonesia Bangkit Bersama (AWIBB) DPD Jawa Barat menyoroti dugaan pelanggaran terhadap surat edaran Gubernur Jawa Barat yang melarang kegiatan study tour. Kasus ini menjadi perbincangan luas setelah ramai diberitakan oleh media online.
Ketua Tim Khusus (Timsus) DPD AWIBB Jawa Barat, Jimmy, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap pihak yayasan yang dinilai tidak mengindahkan larangan tersebut. Ia juga menyayangkan munculnya komentar-komentar tidak etis di media sosial, yang diduga berasal dari siswa dan guru Yayasan Al-Amin.
“Menurut saya, yayasan yang katanya unggulan ini justru gagal menunjukkan pembinaan karakter yang baik. Komentar-komentar yang tidak etis di media sosial menunjukkan lemahnya pendidikan etika di sana,” ujar Jimmy saat ditemui di sekitar Kompleks Pemda Kabupaten Bekasi, Selasa (20/5/2025).
Jimmy menduga komentar bernada kebencian tersebut muncul sebagai reaksi dari siswa maupun guru yang kecewa karena tour ke Jogja-Dieng batal dilaksanakan. Sebelumnya, iuran sudah dikumpulkan dari para wali murid.
Menanggapi hal ini, pihak AWIBB memastikan akan terus mengawal kasus tersebut hingga uang yang telah dibayarkan dikembalikan sepenuhnya.
“Kami akan kawal sampai tuntas, sampai seluruh uang dikembalikan ke wali murid. Kami juga sudah bersurat resmi ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Bupati Bekasi, DPRD, serta KCD Wilayah 3,” tegas Jimmy.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Yayasan Islam Al-Amin belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik ini.
Sumber: DPD AWIBB Jawa Barat
(Red)








