Musi Rawas – Kerusuhan narapidana kembali mengguncang Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Insiden ini memunculkan desakan agar Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola lembaga pemasyarakatan.
Ketua Komisi III DPR RI, Willy Aditya, menilai kerusuhan ini menjadi sinyal kuat bahwa sistem pengawasan dan pembinaan di Lapas masih menyimpan banyak persoalan.
“Peristiwa ini bukan hanya insiden biasa. Ini panggilan mendesak untuk pembenahan sistemik dalam pengelolaan lapas kita,” tegas Willy, Minggu (11/5/2025).
Willy menyayangkan masih kuatnya paradigma lama yang memandang warga binaan hanya sebagai pesakitan, bukan sebagai individu yang sedang menjalani proses pemulihan dan reintegrasi sosial.
“Lapas harus menjadi ruang pemulihan dan pembinaan, bukan tempat penghukuman semata. Dibutuhkan SDM yang terlatih dalam pendekatan sosial dan rehabilitatif,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa reformasi sistem pemasyarakatan harus dilakukan menyeluruh, mulai dari regulasi, pengawasan internal, hingga program rehabilitasi dan transparansi manajemen lembaga.
“Integritas Lapas harus dipulihkan agar bisa menjalankan fungsi pembinaan sebagaimana mestinya. Reformasi menyeluruh dari hulu ke hilir tak bisa ditunda,” tambah Willy.
Ia juga mendorong Menteri Imipas untuk segera mengevaluasi semua lini operasional lapas, termasuk efektivitas razia, pelaksanaan aturan, dan program pembinaan.
“Kuncinya adalah penegakan aturan yang tegas dan pelaksanaan program deradikalisasi serta rehabilitasi yang humanis. Pendekatannya jangan hanya represif,” tegasnya.
Kerusuhan di Lapas Muara Beliti sendiri terjadi pada Kamis pagi (8/5/2025), diduga akibat razia handphone yang dilakukan pihak lapas sejak malam sebelumnya. Situasi sempat memanas dan meluas, hingga aparat kepolisian, Brimob, dan Kodim dikerahkan ke lokasi. Sejumlah fasilitas lapas dilaporkan rusak berat.
Saat ini, Polres Musi Rawas tengah melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi napi yang menjadi provokator dalam kericuhan tersebut.
(Red)








