Surabaya – Polsek Gunung Anyar bersama Tiga Pilar Kecamatan Gunung Anyar menggelar silaturahmi dengan para ketua perguruan silat se-Kecamatan Gunung Anyar, Selasa (26/8/2025). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari Pagar Nusa, Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti, Persinas ASAD, dan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).
Hadir dalam pertemuan tersebut Kapolsek Gunung Anyar IPTU Sumianto Harsya Fahroni, Camat Gunung Anyar Ario Bagus Permadi, Babinsa Rungkut Menanggal Serka Aleka, Kanit Intelkam IPDA Fari Fabian, Kanit Reskrim IPDA Aris Nuryanto, Lurah Rungkut Menanggal M. Rifky Errijanto, serta jajaran ketua ranting perguruan silat.
Kapolsek Gunung Anyar menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi dan mempererat hubungan antarperguruan silat agar dapat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Malam ini kami melaksanakan koordinasi dengan ketua dan tokoh perguruan silat di wilayah Gunung Anyar. Harapannya, para ketua ranting dapat turut menjaga kondusifitas wilayah,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski Gunung Anyar tergolong kondusif, potensi konflik tetap harus diantisipasi. Menurutnya, menjaga keamanan tidak bisa hanya mengandalkan polisi, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat termasuk tokoh silat.
Camat Gunung Anyar, Ario Bagus Permadi, mengingatkan soal Surat Edaran Wali Kota Surabaya terkait pembatasan jam malam bagi anak-anak mulai pukul 22.00 hingga 04.00 WIB. Ia berharap para pengurus silat dapat mematuhi aturan tersebut, sekaligus mendukung program Kampung Pancasila yang menumbuhkan nilai gotong royong dan kebersamaan.
Para ketua perguruan silat menyambut positif langkah ini. Ketua Persinas ASAD Gunung Anyar, Anang, menyatakan lima perguruan di wilayah tersebut sudah menjalin hubungan baik dan siap bekerja sama menjaga ketentraman.
“Semoga kekompakan ini bisa meluas ke luar Gunung Anyar. Kami siap mendukung terciptanya keamanan di Surabaya,” ujarnya.
Senada, Ketua Ranting IKSPI Kera Sakti Gunung Anyar, Ardian, berharap kegiatan seperti ini dapat rutin digelar dan menjadi contoh bagi wilayah lain.
(Redho)








