Buntok – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Buntok melaksanakan kegiatan penguatan terhadap tahanan pendamping (tamping) sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesadaran dalam menaati tata tertib di lingkungan Rutan. Kegiatan ini diikuti oleh pegawai Rutan Kelas IIB Buntok, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan (Ka. Yantah) Yosafat dan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Irsyad Aulia Faiz (Ka. KPR). Buntok, (10/10/2026)
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan menyampaikan bahwa penguatan tamping merupakan bagian dari upaya pembinaan untuk membentuk warga binaan yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.
“Kami berharap para tamping dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, menjaga kepercayaan yang telah diberikan, serta senantiasa mematuhi peraturan yang berlaku. Kesempatan menjadi tamping hendaknya dimanfaatkan sebagai sarana untuk belajar, memperbaiki diri, dan menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Kami juga mengingatkan bahwa setiap tugas harus dilaksanakan dengan penuh kejujuran, tanggung jawab, dan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan menegaskan pentingnya peran tamping dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif. “Kami menekankan kepada seluruh tamping agar senantiasa menjaga sikap, menaati tata tertib, serta memahami batasan kewenangan dalam menjalankan tugas. Kepercayaan yang diberikan harus dijaga dan tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun tindakan yang bertentangan dengan aturan. Kami berharap para tamping dapat menjadi contoh dalam mematuhi peraturan serta turut mendukung terciptanya lingkungan Rutan yang aman, tertib, dan kondusif. Apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, segera sampaikan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur,” tegasnya.
Melalui kegiatan penguatan ini, Rutan Kelas IIB Buntok berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pembinaan warga binaan serta memperkuat sinergi antara jajaran pelayanan tahanan dan pengamanan. Diharapkan, para tamping dapat menjalankan perannya secara bertanggung jawab, menjaga kepercayaan yang diberikan, dan mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan secara tertib dan sesuai ketentuan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, kondusif, serta berorientasi pada pembinaan dan perubahan perilaku warga binaan menjadi lebih baik. (Tim Redaksi)







