Tulungagung – Setelah empat hari pencarian oleh tim SAR dan warga, jasad Almarhumah Eti Puspitasari (38), korban air bah Sungai Sendang Bedog, Samar, Pagerwojo, akhirnya ditemukan warga Tawingan, Pagerwojo, Tulungagung, Kamis (22/5/2025). Kondisi jenazah ditemukan dalam keadaan utuh dan baik.
Penemuan dilakukan oleh seorang warga saat menjaring ikan di kawasan Waduk Wonorejo. Warga tersebut, yang enggan disebut namanya, langsung mengirimkan video dan pesan suara untuk menyampaikan informasi penemuan kepada keluarga korban.
“Silakan yang tahu nomor keluarganya. Saat ini ibu almarhumah sudah di Puthuk. Saya menghubungi Mas Narko tidak bisa. Monggo,” demikian pesan suara yang menyertai video tersebut.
Sebelumnya, Almarhumah Eti Puspitasari dilaporkan hanyut bersama putrinya, Najma Herra Ramadhani (7), saat melintasi sungai pada Senin (19/5/2025) pagi. Hingga berita ini diturunkan, Najma masih belum ditemukan dan upaya pencarian terus dilakukan.
Ketua Pembina Yayasan Al Azhaar Indonesia, KH. Imam Mawardi Ridlwan, saat ditemui di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Kamis (22/5/2025), menyampaikan bahwa wafatnya Ibu Eti Puspitasari dan putrinya dapat dikategorikan sebagai mati syahid.
Menurut beliau, para ulama menjelaskan bahwa syahid terbagi menjadi dua: syahid dunia dan syahid akhirat. Wafat dalam keadaan menuntut ilmu termasuk dalam kategori syahid dunia, sebagaimana sabda Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam:
من جاء أجله وهو يطلب العلم لقي الله لم يكن بينه و بين النبيين إلا دراجة النبوة
“Barang siapa yang ajal datang menjemputnya sementara dia sedang menuntut ilmu, maka dia akan bertemu dengan Allah dan tidak ada di antara dirinya dan para nabi kecuali derajat kenabian.” (HR. Ath-Thabrani)
Ada pula riwayat lain yang menyebutkan:
ﻣﻦ ﺟﺎءﻩ اﻟﻤﻮﺕ ﻭﻫﻮ ﻳﻄﻠﺐ اﻟﻌﻠﻢ ﻟﻴﺤﻴﻲ ﺑﻪ اﻹﺳﻼﻡ ﻓﺒﻴﻨﻪ ﻭﺑﻴﻦ اﻷﻧﺒﻴﺎء ﻓﻲ اﻟﺠﻨﺔ ﺩﺭﺟﺔ ﻭاﺣﺪﺓ
“Barang siapa yang datang kepadanya kematian, dan dia sedang menuntut ilmu agar dengannya Islam menjadi hidup. Maka antara dia dan para nabi di surga hanya terpaut satu derajat.”
KH. Imam Mawardi juga menyampaikan doa dan dukungan moril kepada suami korban, Bapak Irawan, agar diberi kekuatan oleh Allah Ta’ala serta kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Ia mendoakan semoga Allah segera mempertemukan Najma dan memberikan tempat terbaik bagi kedua almarhumah di sisi-Nya.
(Red)







