Tulungagung, 17 Agustus 2025 – Para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), ahli gizi, dan akuntan yang bertugas di Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Kabupaten Tulungagung menggelar istighosah akbar di Pondok Pesantren Al Azhaar Kedungwaru, Ahad (17/8/2025). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memohon perlindungan, kemudahan, serta keberkahan dari Allah SWT untuk kelancaran tugas para petugas SPPG, khususnya menjelang running operasional enam SPPG pada 19 Agustus 2025 dan enam dapur sehat SPPG pada 1 September 2025.
Latar Belakang dan Tujuan
Korwil SPPG Kabupaten Tulungagung, Sebrina Mahardika, menyampaikan bahwa kegiatan istighosah merupakan bagian dari ikhtiar batin yang menyertai ikhtiar lahir dalam menjalankan tugas di lapangan.
“Kami berkumpul atas dasar semangat kebersamaan dan spiritualitas. Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), para ahli gizi, dan akuntan bersama-sama menggelar istighosah dengan tujuan memohon kemudahan dan keberkahan dalam menjalankan tugas-tugas harian yang semakin kompleks dan strategis, terutama dalam program dapur sehat SPPG MBG,” ungkap Sebrina.
Sebrina juga menegaskan bahwa sinergi antar-unsur SPPI, ahli gizi, dan akuntan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program Makan Bergizi Nusantara (MBG) yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Jalannya Kegiatan
Istighosah dipimpin oleh Kyai Abidin, Wakil Kepala SMA Al Azhaar Kedungwaru. Doa-doa dan lantunan dzikir dipanjatkan secara khusyuk oleh seluruh peserta. Para SPPI, ahli gizi, serta akuntan tampak penuh kekhidmatan dalam memohon pertolongan agar program berjalan sesuai harapan.
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri puluhan peserta, termasuk jajaran koordinator lapangan, tim teknis, serta perwakilan dari masing-masing SPPG.
Pesan Pengasuh Pesantren
Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Al Azhaar Kedungwaru, KH Imam Mawardi Ridlwan, menyampaikan tausiyah kepada para peserta istighosah.
“Amanah yang diemban oleh Kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan adalah amanah negara. Istighosah ini menjadi upaya menguatkan spiritual tim dalam menjalankan tugas mengoperasikan SPPG,” tutur Abah Imam.
Beliau yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur menambahkan bahwa berkhidmat di dapur sehat SPPG merupakan bentuk pengabdian mulia.
“Berjuang di dapur sehat SPPG dalam program MBG oleh BGN adalah bentuk ibadah. Tugas ini membutuhkan kesungguhan, keikhlasan, dan sinergi. Semoga melalui istighosah ini, komitmen dalam melayani penerima manfaat MBG semakin kuat dan diberkahi Allah SWT,” ujarnya.
Daftar Penugasan SPPG Tulungagung
Sebagai bagian dari implementasi program nasional MBG, Kabupaten Tulungagung akan segera mengoperasikan enam SPPG pada 19 Agustus 2025, yaitu:
1. Sebrina Mahardika – SPPG Polres Tulungagung Sambirobyong Sumbergempol
2. Nova Auliyatul Rosyid – SPPG Pakel Sukoanyar
3. Nur Rahman – SPPG Karangrejo
4. Haris Yusuf Akbar – SPPG Rejotangan
5. Kiki Jaya H – SPPG Sumberdadi Sumbergempol
6. Apip Hoerudin – SPPG Tanggung Campurdarat
Dengan adanya dukungan spiritual melalui istighosah, para SPPI, ahli gizi, dan akuntan SPPG Tulungagung meneguhkan kembali komitmen untuk bekerja penuh tanggung jawab, profesional, dan ikhlas. Pelaksanaan program Makan Bergizi Nusantara (MBG) diharapkan dapat berjalan lancar, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Tulungagung, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda.
(Red)











