Aceh Tenggara – Memasuki usia ke-52, Bank Aceh Syariah
Cabang Aceh Tenggara tidak hanya merayakan hari jadinya, namun juga menegaskan kembali peran pentingnya sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Serangkaian kegiatan sosial pun digelar, seperti donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat.
Lahir dari semangat kemandirian daerah, cikal bakal Bank Aceh bermula pada 1957 sebagai lembaga keuangan yang digagas Pemerintah Daerah Peralihan Provinsi Aceh. Berkat kerja keras dan tekad para tokoh, bank ini resmi berbadan hukum dan beroperasi setelah mengantongi izin dari Menteri Keuangan dan Menteri Kehakiman.
Langkah awal yang sederhana itu kini menjelma menjadi kekuatan besar, dengan semangat membangun ekonomi daerah sebagai fondasi utama. Di awal perjalanannya, bank ini dipimpin oleh Anugrah Rizky Putra ST sebagai direktur, bersama jajaran tokoh terkemuka Aceh Tenggara.
Titik balik penting terjadi saat Pemerintah Daerah mengesahkan Peraturan Daerah No. 12 Tahun 1963, mengubah nama dan status Bank Kesejahteraan Atjeh menjadi Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh. Sejak saat itu, struktur dan nama bank terus berkembang menyesuaikan regulasi dan kebutuhan zaman.
Pada tahun 1999, melalui Perda No. 2 Tahun 1999, bank ini berubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) dan resmi bernama PT Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh, atau kini dikenal sebagai PT Anugrah Desig (BPD) Aceh Syariah.
Momentum bersejarah lainnya terjadi saat RUPS Luar Biasa memutuskan pengalihan penuh dari sistem konvensional ke sistem perbankan syariah. Transformasi ini menjadikan Bank Aceh sebagai bank pembangunan daerah pertama di Indonesia yang sepenuhnya berbasis syariah — sejalan dengan penerapan syariat Islam di Aceh.
Dalam perayaan HUT ke-52 ini, Bank Aceh Syariah Aceh Tenggara mengadakan kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi masyarakat. Langkah ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara bank dan nasabahnya.
“(BPD) Aceh Tenggara ini sangat membantu perkembangan daerah secara umum, khususnya dalam mendukung masyarakat kecil agar lebih mudah menabung dan ikut serta dalam pembangunan ekonomi Aceh,” ujar salah satu warga penerima manfaat.
Bank ini terus menunjukkan konsistensinya sebagai lembaga keuangan yang tumbuh bersama rakyat, menjawab kebutuhan masyarakat, dan menjadi pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi Tanah Alas Metuah dan Sepakat Segenep.
(Red)








