Ganesha Abadi – Reshuffle Kabinet Merah Putih mulai dilakukan sebagai bagian dari evaluasi kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah menteri yang dinilai tidak becus, membuat gaduh, atau tidak sejalan dengan visi Presiden, memang sudah sepatutnya diganti. Penggantinya pun tersedia, dengan kandidat yang lebih mumpuni untuk mendukung program besar Kabinet Merah Putih dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Evaluasi 100 hari kerja menjadi momen tepat untuk melihat efektivitas kebijakan, termasuk program-program utama seperti penyediaan makan bergizi bagi anak-anak, swasembada pangan, energi, serta pembangunan ekonomi rakyat. Pemerintah juga dituntut untuk melakukan efisiensi anggaran agar tidak terjebak dalam pola konsumtif yang berlebihan, yang justru memperparah kecemburuan sosial akibat ketimpangan ekonomi.
Di sisi lain, suara kritis dari mahasiswa yang memandang situasi nasional dengan skeptis perlu dijadikan bahan introspeksi. Mahasiswa, sebagai generasi penerus, memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depan bangsa. Oleh karena itu, kritik mereka harus dipandang sebagai masukan konstruktif untuk memastikan pemerintahan berjalan sesuai dengan kepentingan rakyat.
Selain reshuffle kabinet, reformasi besar juga perlu dilakukan dalam tata kelola pemerintahan, termasuk dalam proyek strategis nasional (PSN) yang berpotensi merugikan negara. Salah satu contoh nyata adalah PSN PIK 2 di Pantai Utara Tangerang, yang patut dikaji ulang agar tidak menimbulkan dampak negatif berkepanjangan. Dari lebih dari 40 PSN yang ada, perlu dilakukan evaluasi ketat untuk memastikan tidak ada kebocoran anggaran dan penyimpangan dalam implementasinya.
Upaya bersih-bersih juga harus menyentuh aparat penegak hukum yang selama ini terkesan lamban dalam menangani kasus-kasus besar, seperti korupsi, judi online, dan narkoba. Presiden Prabowo sudah memberikan instruksi tegas agar pemberantasan korupsi lebih agresif dan efektif, sehingga instansi terkait harus menunjukkan komitmen nyata dalam menindak para pelanggar hukum tanpa pandang bulu.
Dalam 100 hari pertama, pemerintahan Prabowo Subianto telah mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Namun, ada ekspektasi besar agar pemerintah lebih tegas dalam menindak para pejabat yang masih terjebak dalam budaya korup, arogan, dan tidak berpihak kepada rakyat kecil. Reshuffle kabinet bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi langkah strategis untuk memastikan Kabinet Merah Putih berjalan sesuai dengan visi besar Presiden Prabowo dalam membawa Indonesia menuju kejayaan di Era Indonesia Emas 2045.
(Jacob Ereste)