Jakarta — Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI) menegaskan pernyataan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang menyebut empat orang kembali ke pangkuan NKRI hanyalah pelajar, adalah distorsi fakta.
Empat orang yang dimaksud yakni Eden Tabuni, Eranus Tabuni, Yopi Tabuni, dan Kilitus Murib, dinyatakan Puspen TNI telah bergabung secara aktif dalam kelompok bersenjata OPM. Mereka kembali ke NKRI secara sadar dan sukarela, disaksikan aparat, tokoh masyarakat, adat, dan pemerintah setempat.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menjelaskan, keempatnya memang sebelumnya berstatus pelajar, namun terlibat dalam aktivitas OPM akibat perekrutan anak-anak dan remaja untuk kepentingan aksi bersenjata.
“Status pelajar tidak menghapus fakta keterlibatan mereka. OPM sering memanfaatkan anak-anak sebagai kurir, penjaga pos, mata-mata, hingga pelaksana operasi bersenjata,” tegas Mayjen Kristomei, Minggu (13/7).
Ia menilai bantahan TPNPB-OPM hanya siasat menutupi fakta bahwa mereka mulai kehilangan kader di akar rumput.
“Kembalinya empat pemuda ini adalah harapan baru bagi perdamaian Papua. Ini bukti rakyat Papua jenuh dengan kekerasan dan ingin hidup damai dalam NKRI,” pungkas Kapuspen TNI.
Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi








