Banyuwangi – DPRD Kabupaten Banyuwangi terus mengawal percepatan penanganan longsoran di Jalur Gumitir, akses vital yang menghubungkan Banyuwangi dan Jember. Jalur ini menjadi nadi utama perekonomian dan mobilitas masyarakat di kawasan selatan Jawa Timur.
Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ruliyono, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali untuk memastikan progres penanganan berjalan sesuai rencana. (27/8/2025)
“Alhamdulillah ada percepatan pengerjaan. Kami mendorong agar jalur strategis ini segera dibuka demi kelancaran ekonomi dan mobilitas masyarakat,” kata Ruliyono,
Jalur Gumitir Dibuka Lebih Cepat
Kepala BBPJN Jatim–Bali, Javid Hurriyanto, menjelaskan bahwa penanganan longsoran semula ditargetkan rampung pada 24 September 2025. Namun berkat percepatan yang dilakukan, jalur dapat difungsikan lebih awal pada awal September 2025.
“Target kami, maksimal minggu pertama September sudah bisa open traffic. Meski begitu, pekerjaan konstruksi tetap berlanjut hingga akhir tahun,” ungkap Javid.
Progres pengerjaan saat ini sudah mencapai 56 persen, meliputi penyelesaian bore pile, pembangunan capping beam, hingga pondasi agregat badan jalan. Setelah itu akan dilanjutkan ke tahap pengaspalan.
Dampak Penutupan Jalur Gumitir
Meski ada kabar baik, masyarakat Banyuwangi tetap merasakan dampak akibat penutupan jalur dalam beberapa pekan terakhir. Penutupan tersebut membuat kendaraan harus memutar jauh melalui jalur utara Situbondo, sehingga biaya dan waktu tempuh meningkat.
“Kalau mau ke Jember sekarang harus memutar ke utara. Ini sangat merepotkan, terutama bagi pedagang dan sopir truk pengangkut hasil bumi,” keluh Rahmad Jamil warga genteng,
Tokoh masyarakat Banyuwangi, Jaenuri mengingatkan pemerintah agar pembukaan jalur tidak hanya mengejar target waktu, tetapi juga memastikan keamanan pengguna jalan.
“Jalur Gumitir adalah urat nadi perekonomian sekaligus jalur kehidupan warga. Jangan sampai dibuka terburu-buru dan membahayakan,” ujarnya.
DPRD Banyuwangi Tekankan Keseimbangan Percepatan dan Keselamatan
Aktivis sekaligus Ketua komunitas Sadar hukum Banyuwangi, Sugiarto, menegaskan bahwa warga sudah sangat terdampak secara sosial maupun ekonomi.
“Penutupan jalur membuat biaya transportasi melonjak. Pedagang, petani, hingga warga biasa menjadi korban. Kami mendesak agar pembukaan dipercepat, tetapi tetap mengutamakan keselamatan,” tegasnya.
Sementara itu, tim Audit Keselamatan Jalan (AKJ) akan turun pekan ini untuk melakukan pengecekan sebelum jalur benar-benar dibuka kembali.
Harapan Masyarakat
DPRD Banyuwangi bersama pemerintah pusat dan BBPJN berkomitmen mengawal percepatan hingga Jalur Gumitir benar-benar aman digunakan. Masyarakat Banyuwangi dan Jember pun berharap jalur ini bisa kembali dibuka sesuai target awal September, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi segera pulih.
(Red)








