Surabaya, 19 Agustus 2025 — Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur, Nurkholis, memastikan kebersihan area sekitar Gedung Negara Grahadi dan Taman Apsari segera tuntas usai Pesta Rakyat HUT ke-80 Kemerdekaan RI pada Senin (18/8) malam.
Pembersihan dilakukan bersama DLH Kota Surabaya sebagai bentuk kolaborasi lintas instansi.
“Kami sudah koordinasi dengan DLH Kota Surabaya. Perbaikan taman segera dikerjakan agar kondisinya kembali seperti semula,” kata Nurkholis di Surabaya, Selasa (19/8).
Ia menjelaskan, setelah acara berakhir tengah malam, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung memimpin pembersihan bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono, kepala perangkat daerah, serta petugas BPBD Jatim dan DLH Kota Surabaya.
“Sesuai instruksi Ibu Gubernur, setiap selesai kegiatan, area harus segera dibersihkan agar keesokan paginya jalan bisa langsung digunakan kembali,” tegasnya.
Pemprov Jatim juga menanggung penuh perbaikan taman yang rusak akibat injakan ribuan penonton.
“Ibu Gubernur telah berkoordinasi dengan Bapak Wali Kota Surabaya untuk mengidentifikasi kerusakan serta tanaman yang perlu diganti. Desain taman tetap mengikuti bentuk sebelumnya,” jelasnya.
Selain kebersihan, Nurkholis menegaskan penggunaan pengeras suara masih dalam batas wajar. Tiga petugas khusus ditugaskan menggunakan sound level meter berstandar SNI yang sudah dikalibrasi, dengan metode pengukuran 2 meter dari sumber suara setiap 10 detik selama 10 menit.
“Hasilnya jauh di bawah ambang batas sesuai SE Bersama. Tertinggi saat Cak Percil, 103,7 desibel, kemudian 103,4 untuk NDX AKA. Sedangkan Habib Syech hanya 97,5 desibel,” ujarnya.
Sebagai informasi, Gubernur Jatim bersama Forkopimda telah menerbitkan SE Bersama Nomor 300.1/6902/209.5/2025, SE/1/VIII/2025, dan SE/10/VIII/2025 pada 6 Agustus 2025. Surat edaran ini menjadi pedoman penggunaan sound system agar tidak melanggar norma agama, kesusilaan, maupun hukum.
(Redho)








