TULUNGAGUNG – Tentara Nasional Indonesia (TNI) lahir pada 5 Oktober 1945, awalnya bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Untuk menyatukan kekuatan, Presiden Soekarno mengganti nama TKR menjadi TNI pada 3 Juni 1947.
Pada Sabtu, (05/10/2024, sejumlah murid dari SD Al Azhaar Rejoagung Tulungagung, yakni Hibban Ismail dari kelas 6E, Akhdan Assyauqi Ahmad dari kelas 6D, dan Nisa Salsabila Izzatul Mahfudzoh dari kelas 3D, serta murid SMP Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung, melaksanakan silaturahmi ke Koramil Rejoagung. Mereka diterima oleh Sertu Puwanto dan Sertu Mashulwani.
Kepala SD Al Azhaar Rejoagung, Gatot Sutrisno, menjelaskan bahwa tujuan silaturahmi ini adalah untuk menghaturkan ucapan Dirgahayu TNI ke-79 dan menyampaikan doa.
Sementara itu, Kepala SMP Islam Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung, Sri Wahyuni, menugaskan Ananda Anova Kirania Ardani dan Ananda Salma Rosyidah Khoirunnisa’ dari kelas 9C untuk bersilaturahmi ke Kodim 0807 Tulungagung. Di Kodim, mereka diterima oleh Sertu Endah Suryono (Koramil 0807/05 Ngunut), Serma Sutrisno (Koramil 0807/06 Rejotangan), dan Sertu Royan Rimawanto (Koramil 0807/07 Sumbergempol). Para santri menyampaikan ucapan Selamat Dirgahayu TNI ke-79 dan berdoa agar TNI tetap berada dalam perlindungan Allah Ta’ala.
Di tempat terpisah, Pengasuh Pesantren Al Azhaar Tulungagung, KH. Imam Mawardi Ridlwan, menuturkan bahwa pesantren mendoakan TNI Republik Indonesia agar selalu dilindungi oleh Allah Ta’ala dan diberi anugerah, pertolongan, serta kekuatan.
“TNI memiliki jiwa mempertahankan kemerdekaan dan membela kedaulatan bangsa. Semoga Allah Ta’ala mengabulkan doa kami,” ungkap Abah Imam pada Sabtu (05/10).
(Team/Red)