Lubuklinggau– Pelayanan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuk Linggau kembali menjadi sorotan publik. Pada Selasa (6/5/2025), sejumlah masyarakat dan awak media menyampaikan keluhan terkait buruknya kinerja serta sikap tidak profesional pegawai di instansi tersebut.
Hazam, Sekretaris Silampari Media Center, menyayangkan kondisi ini. Ia mempertanyakan komitmen Dinkes dalam membenahi pelayanan kesehatan jika pelayanan internal saja masih jauh dari harapan.
“Bagaimana mau membenahi rumah sakit jika di Dinas Kesehatan saja pelayanannya amburadul? Kepala dinas seharusnya aktif mengawasi bawahannya, bukan sibuk urusan perjalanan dinas. Hari ini saja, sejak pukul 14.00 WIB, banyak pegawai sudah meninggalkan kantor,” ujarnya.
Hazam mendesak Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat, untuk mengevaluasi kinerja Dinkes. Menurutnya, pelayanan publik yang baik adalah kunci kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat. “Kalau kepala dinas tidak mampu mengawasi jajarannya, lebih baik diganti saja. Kita butuh pelayanan yang cepat, humanis, dan profesional,” tegasnya.
Senada dengan itu, seorang awak media mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat berkunjung ke kantor Dinkes. “Kami disuruh bolak-balik tanpa kejelasan dan malah disambut dengan sikap arogan. Kalau wartawan saja diperlakukan seperti itu, bagaimana masyarakat biasa?” keluhnya.
Ia menambahkan, keluhan terhadap pelayanan Dinkes sudah sering terdengar, namun belum ada perbaikan konkret dari pihak terkait.
Dinkes juga dinilai mengabaikan regulasi Kementerian PANRB, khususnya Permen PANRB Nomor 91 Tahun 2021 tentang Pembinaan Inovasi Pelayanan Publik. Padahal, regulasi tersebut mendorong inovasi untuk meningkatkan pelayanan publik yang berpihak pada masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuk Linggau, Drs. Erwin Armeidi, belum memberikan tanggapan. Nomor ponselnya tidak aktif saat dihubungi.
(Erwin Kaperwil Sumsel Lubuklinggau, Musi Rawas Utara)








