Kepahiang, Bengkulu – Desa Lubuk Penyamun, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang, menghadapi masalah serius terkait air bersih, sehingga masyarakatnya terpecah menjadi dua kelompok. Krisis ini menyasar kebutuhan dasar rumah tangga, termasuk air minum dan kebutuhan sehari-hari lainnya.
Beberapa keluarga di desa tersebut kesulitan memperoleh air bersih karena tidak adanya jaringan PDAM atau program sumur dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten. Warga yang tidak memiliki sumur terpaksa mengambil air dari Desa Pungguk Lalang, Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong.
Perbedaan ini menciptakan ketimpangan di antara masyarakat. Mereka yang memiliki sumur Sanyo dapat mengakses air dengan mudah, sementara warga tanpa sumur harus berjalan jauh untuk memperoleh kebutuhan dasar tersebut. Kondisi ini menimbulkan ketidakmerataan dan penderitaan bagi sekitar 30 kepala keluarga yang terdampak.
Sekretaris Desa Lubuk Penyamun, Amer, menjelaskan bahwa proyek sumur PAM yang dibiayai BRI pada 2024 sempat dibangun, namun saat ini tidak berfungsi. “Sumur PAM tersebut belum diserahterimakan secara resmi ke pihak desa dan terjadi pergantian pengurus. Setelah diserahkan, sumur tidak terawat sehingga tidak berfungsi,” ungkap Amer.
Masalah ini semakin pelik karena kondisi geografis sebagian wilayah, seperti Kadus I, yang berada di tanah berpasir sehingga sulit dibuat sumur Sanyo. Dampaknya, warga yang tidak memiliki akses air bersih harus menempuh cara alternatif untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Sejumlah pertanyaan penting muncul terkait peran pemerintah desa dan kabupaten:
- Apakah benar masih ada warga yang kesulitan air bersih?
- Apakah kesejahteraan masyarakat terkait kebutuhan air rumah tangga sudah terpenuhi?
- Apa langkah konkret pemerintah desa untuk menangani permasalahan ini?
Aktivitas sosial dan pembangunan infrastruktur air bersih dinilai mendesak untuk memastikan hak dasar masyarakat terpenuhi. Pemerintah Kabupaten Kepahiang diharapkan turun langsung ke lapangan untuk meninjau dan memberikan solusi jangka panjang bagi warga Desa Lubuk Penyamun.
(Erwin, Kaperwil Sum-Sel Lubuklinggau Musi Rawas / Iskandar, Wartawan)







