Musi Rawas, Sumatera Selatan – Deki Maylan, yang sebelumnya seorang petani kopi dan pendatang, kini menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Triwikaton, Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas. Pria kelahiran 12 Agustus 1970 ini tak menyangka bisa mendapat kepercayaan warga untuk memimpin desa tersebut.
Deki yang berasal dari Babatan, Kabupaten Empat Lawang, pertama kali datang ke Musi Rawas mengikuti karir istrinya yang bekerja sebagai bidan. Sebelum menjadi Kades, Deki bekerja sebagai petani kopi di Kabupaten Muratara dan sempat menjabat sebagai penagih koperasi pada tahun 1990-1992, serta bekerja di perusahaan swasta sebagai penagih pajak TV pada tahun 1992-1994. Setelah itu, ia mengikuti istrinya yang bertugas di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, dan membuka kebun kopi di desa Lubuk Kumbung.
Selama 12 tahun tinggal dan mengabdi di Karang Jaya, Deki dan istrinya akhirnya memutuskan untuk pindah ke Desa Triwikaton, Kecamatan Tugumulyo, pada tahun 2007. Sebagai pendatang, Deki awalnya menjalani hidup dengan membuka warung dan menjadi tukang ojek untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Tahun 2021, Deki secara tidak sengaja memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Triwikaton. Keinginan ini muncul setelah ia merasa kecewa dengan cara perangkat desa dan BPD yang datang ke rumahnya saat istrinya terjangkit Covid-19. Kejadian tersebut memicu Deki untuk mencalonkan diri, didukung oleh tokoh adat dan masyarakat.
Setelah terpilih sebagai Kades Triwikaton, Deki Maylan berkomitmen untuk memajukan desa tersebut dengan penuh tanggung jawab dan transparansi dalam pengelolaan dana desa. Deki yang dikenal sebagai sosok ramah, dekat dengan masyarakat, dan religius, berharap untuk membangun desa Triwikaton menjadi lebih baik di masa depan.
“Saya ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat, dan kepercayaan mereka adalah prioritas saya sebagai Kades. Ini adalah tanggung jawab saya kepada Allah,” ujar Deki Maylan.
(Erwin Kaperwil Sum-Sel Lubuk Linggau, Musi Rawas Utara)







