Lubuklinggau – Dalam rangka meningkatkan kesiapan menghadapi potensi gangguan kamtibmas dan situasi darurat, Satbrimob Polda Sumsel Batalyon B Pelopor menggelar apel kesiapsiagaan secara virtual di Markas Komando, Jl. Lintas Sumatera, Kelurahan Petanang Ulu, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Senin (25/08/2025).
Apel ini merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan dalam memperkuat respons cepat terhadap potensi ancaman, mulai dari bencana alam, kecelakaan besar, hingga gangguan keamanan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Kabag Ops. Satbrimob Polda Sumsel, Kompol Feryanto, S.H., memimpin apel secara virtual. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa kesiapsiagaan adalah kewajiban setiap personel Brimob sebagai garda terdepan dalam penanganan kondisi darurat.
“Kegiatan ini tidak hanya simbolis, tetapi komitmen untuk memastikan setiap personel dan perlengkapan dalam kondisi siap pakai. Brimob harus responsif dan tangguh di segala situasi,” tegasnya.
Sementara itu, Komandan Batalyon B Pelopor, AKBP Andiyano, S.K.M., M.H., menambahkan bahwa pengecekan kesiapan operasional dilakukan secara menyeluruh, meliputi kendaraan taktis, peralatan SAR, hingga logistik pendukung.
“Semua peralatan harus dalam kondisi prima. Tidak boleh ada kelalaian, karena ketika dibutuhkan, semuanya harus berfungsi optimal,” jelasnya.
AKBP Andiyano juga menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan ini menjadi bentuk keseriusan Batalyon B Pelopor untuk selalu siap diterjunkan dalam operasi berskala nasional, seperti Brimob Nusantara, jika sewaktu-waktu diperlukan.
“Brimob tidak hanya bertugas di wilayah, tapi juga menjadi bagian penting dalam kekuatan nasional. Kapan pun negara memanggil, kita harus siap,” ujarnya.
Pelaksanaan apel secara virtual ini menunjukkan adaptasi Brimob terhadap perkembangan teknologi tanpa mengurangi esensi dari kesiapsiagaan. Seluruh jajaran tetap menjalankan pemeriksaan serta pengecekan protokol secara ketat di lapangan.
Apel kesiapsiagaan ini menjadi bukti nyata komitmen Brimob dalam menjaga stabilitas keamanan serta memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.
(Erwin)







