BANYUWANGI – Program bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto bagi pengemudi becak lanjut usia dinilai sebagai langkah progresif dan berpihak pada kelompok rentan. Namun demikian, publik menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini wajib dilakukan secara tepat sasaran, selektif, dan berorientasi pada keselamatan, agar tujuan kesejahteraan tidak berubah menjadi persoalan baru di ruang publik.
Sebanyak 200 unit becak listrik telah berada di Banyuwangi dan direncanakan segera dibagikan kepada pengemudi becak lansia yang masih aktif bekerja. Bantuan ini dimaksudkan untuk meringankan beban fisik pengemudi sekaligus menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil.
Sejumlah pengamat kebijakan sosial dan transportasi menilai, kriteria penerima bantuan harus ditegaskan secara jelas dan tidak longgar. Secara ideal, bantuan becak listrik diberikan kepada pengemudi becak lansia dengan rentang usia 55 hingga maksimal 70 tahun. Rentang usia tersebut dinilai paling rasional karena masih mencakup lansia produktif yang memiliki pengalaman, refleks berkendara memadai, serta kondisi fisik yang relatif stabil.
“Bantuan sosial harus tepat sasaran. Usia 55 sampai 70 tahun adalah batas ideal. Di atas usia itu, risiko kesehatan dan kecelakaan meningkat signifikan dan tidak bisa diabaikan,” ujar salah satu pengamat transportasi perkotaan.
Penekanan pada ketepatan sasaran menjadi krusial agar program ini tidak sekadar bersifat populis, melainkan benar-benar memberi manfaat tanpa menimbulkan risiko keselamatan lalu lintas. Oleh karena itu, selain usia, penerima bantuan wajib memenuhi kelayakan fisik dan mental, seperti penglihatan yang masih baik, tidak memiliki penyakit berat berisiko tinggi, serta mampu mengikuti pelatihan pengoperasian becak listrik.
Publik juga menilai bahwa pengawasan dan pembinaan harus menjadi bagian tak terpisahkan dari program ini. Becak listrik disarankan hanya beroperasi di jalur-jalur tertentu seperti kawasan perkotaan, lingkungan permukiman, dan area wisata, serta tidak diperbolehkan masuk ke jalur cepat atau arteri utama yang padat kendaraan bermotor.
Dari sisi teknis, becak listrik dinilai lebih aman dibanding becak kayuh konvensional karena memiliki kecepatan rendah, stabil, dan tidak mengandalkan tenaga fisik berlebihan. Namun keunggulan tersebut hanya akan efektif bila dibarengi seleksi penerima yang ketat dan pengaturan operasional yang disiplin.
Program becak listrik ini pada dasarnya mencerminkan kehadiran negara secara bermartabat, karena memberikan alat kerja produktif bagi masyarakat kecil. Namun keberhasilan program sangat ditentukan oleh satu prinsip utama: bantuan wajib tepat sasaran.
Dengan penetapan batas usia ideal 55–70 tahun, seleksi kesehatan dan kemampuan berkendara, serta pengawasan berkelanjutan, bantuan becak listrik diharapkan benar-benar meningkatkan kesejahteraan pengemudi becak lansia tanpa mengorbankan keselamatan dan ketertiban lalu lintas.
(Red)








