Bangka Tengah – Anggota DPD/MPR RI Provinsi Bangka Belitung, Bahar Buasan, S.T., M.S.M., M.Sc., menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kayu Besi, Bangka Tengah, pada Minggu (23/2/2025). Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, pemuda, dan perwakilan komunitas setempat.
Dalam sambutannya, Bahar Buasan menegaskan pentingnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan, terutama bagi generasi muda. Ia menekankan bahwa sosialisasi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral agar masyarakat, khususnya kaum muda, memahami serta menghayati Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Generasi muda adalah aset bangsa yang harus dibekali dengan nilai-nilai luhur kebangsaan. Dengan memahami dan mengamalkan Empat Pilar, mereka dapat menjadi penjaga keutuhan serta keberlanjutan bangsa,” ujar Bahar Buasan.
Lebih lanjut, ia juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan teknologi secara bijak sebagai sarana memperkuat fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Di era digital ini, kita harus semakin cerdas dalam menyaring informasi dan menggunakannya untuk hal-hal yang positif. Sosialisasi ini bertujuan untuk menggugah kesadaran bersama agar teknologi tidak disalahgunakan, tetapi justru menjadi alat untuk memperkuat persatuan dan keberagaman,” tegasnya.
Acara ini juga menghadirkan Laij Kon Tjham, S.Th., sebagai narasumber yang membahas relevansi Empat Pilar Kebangsaan dalam menghadapi tantangan era digital. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan moral dalam bersikap di dunia maya.
“Hoaks, ujaran kebencian, dan radikalisme daring semakin marak di era digital. Oleh karena itu, generasi muda harus memahami bahwa tindakan mereka di dunia maya mencerminkan karakter bangsa,” jelas Kon Tjham.
Ia menambahkan bahwa dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, menghormati keberagaman sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, serta menjaga persatuan dalam bingkai NKRI, masyarakat dapat menciptakan ruang digital yang lebih sehat dan positif.
“Nilai-nilai kebangsaan tidak hanya berlaku di dunia nyata, tetapi juga harus diterapkan dalam interaksi di dunia digital. Ini penting agar ruang digital kita tidak dipenuhi dengan hal-hal yang merusak persatuan bangsa,” tandasnya.
Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih dalam tentang pentingnya menjaga persatuan dan keberagaman di tengah arus informasi yang semakin deras. Dengan mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, baik di dunia nyata maupun digital, masyarakat dapat bersama-sama memperkokoh NKRI.
(Amsori)







