Banyuwangi, – Suasana Balai Desa Rejosari pagi tadi tampak jauh lebih dinamis dari biasanya. Ratusan warga mulai memadati lokasi sejak pukul 08.00 WIB untuk menerima bantuan pangan, namun sorotan utama justru tertuju pada peran aktif Babinsa Rejosari yang hadir memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan efisien.
Sebanyak 268 warga terdata sebagai penerima bantuan untuk periode dua bulan. Masing-masing mendapatkan dua karung beras dengan total berat 10 kilogram serta empat kantong minyak goreng ukuran satu liter. Penyaluran dilakukan oleh lima petugas Bulog yang datang lengkap untuk melayani masyarakat secara langsung.
Kegiatan dibuka resmi oleh perangkat desa dan diawali dengan penyampaian pesan tentang urgensi ketahanan pangan bagi kesejahteraan masyarakat Rejosari. Usai sambutan, perangkat desa dan tim Bulog mengabadikan momen melalui sesi foto bersama sebelum proses penyaluran dimulai.
Babinsa Rejosari Jadi Figur Sentral Pengamanan
Di balik kelancaran kegiatan, kehadiran Babinsa Rejosari menjadi perhatian tersendiri. Sejak pagi, ia terlihat mengambil peran strategis—mulai dari mengatur alur antrean, menjaga ketertiban area penyaluran, hingga memberikan bantuan langsung kepada lansia dan warga yang kesulitan membawa barang bantuan.
Respons warga pun positif. Banyak penerima merasa lebih tenang dan nyaman karena situasi lapangan tertata rapi tanpa kericuhan maupun antrean yang menumpuk. Peran aktif Babinsa turut mempercepat proses penyaluran sehingga kegiatan berjalan lebih efektif.
Sinergi Tiga Pihak Jadi Kunci
Kolaborasi antara perangkat desa, Bulog, dan Babinsa menjadi faktor utama suksesnya kegiatan ini. Seluruh proses berlangsung hingga selesai tanpa hambatan berarti. Tidak hanya aman, kegiatan juga dinilai lebih humanis berkat pendampingan langsung di lapangan.
Penyaluran bantuan pangan ini diharapkan mampu meringankan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa. Dengan adanya pengawalan dari Babinsa, masyarakat merasakan pelayanan yang lebih tertib, cepat, dan nyaman.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi aparat kewilayahan dengan pemerintah desa dan lembaga terkait dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih optimal bagi masyarakat.
(Red)







