Surakarta – Budaya Jawa yang selama ini menjadi simbol adiluhung peradaban Nusantara, sarat nilai estetika, filosofi, dan moralitas, kini kian tergerus oleh derasnya arus modernisasi serta dominasi budaya digital. Kondisi tersebut menuntut peran nyata seluruh elemen bangsa untuk menjaga agar jati diri budaya tidak tenggelam di tengah perubahan zaman.
Menyikapi hal tersebut, Babinsa Danukusuman Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta, Serda Tito, menunjukkan komitmen nyata dalam pelestarian budaya dengan mendampingi latihan seni gamelan siswa-siswi SMP Al-Islam Surakarta. Kegiatan ini berlangsung di lantai 2 Ruang Kesenian Kantor Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Selasa (04/02/2026).
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari pembinaan teritorial TNI AD yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada penguatan karakter bangsa melalui pelestarian kebudayaan lokal. Seni gamelan sebagai warisan budaya Jawa dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, berdisiplin, dan beridentitas kebangsaan kuat.
Serda Tito menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kebudayaan daerah. Di tengah percepatan teknologi informasi dan masifnya pengaruh media sosial, nilai-nilai budaya luhur berpotensi terkikis apabila tidak diwariskan secara berkelanjutan.
“Semangat generasi penerus yang peduli terhadap pelestarian kebudayaan harus terus dijaga. Di era digital seperti sekarang, tantangannya bukan hanya kemajuan teknologi, tetapi juga bagaimana menjaga moralitas dan jati diri bangsa agar tidak hilang,” tegasnya.
Menurutnya, latihan seni gamelan bukan sekadar aktivitas kesenian, melainkan sarana edukasi karakter yang menanamkan nilai kebersamaan, kedisiplinan, serta rasa hormat terhadap warisan leluhur.
“Harapannya, anak-anak yang mengikuti latihan gamelan ini dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang bangga terhadap budayanya sendiri. Terus jaga dan lestarikan kebudayaan baik ini sebagai kekuatan bangsa,” pungkas Serda Tito.
Langkah ini menjadi bukti bahwa sinergi antara TNI, lembaga pendidikan, dan pemerintah kelurahan memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal di tengah tantangan globalisasi.
(Agus Kemplu)







