Surabaya – Aliansi Madura Indonesia (AMI) akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada 21–23 Mei 2025 di Surabaya. Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap dugaan pungutan liar (pungli) di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur.
Sekitar 500 massa diperkirakan akan turun ke jalan dan memusatkan aksi di dua titik strategis, yaitu Kantor Dinas ESDM Jatim dan Gedung Negara Grahadi. Aksi ini disebut sebagai bentuk perlawanan terhadap praktik birokrasi korup yang merugikan masyarakat dan pelaku usaha tambang.
Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, menyatakan bahwa pihaknya menemukan indikasi pungli dalam proses perizinan tambang dengan nilai mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
“Praktik ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. Apalagi dilakukan oleh oknum di instansi vital seperti Dinas ESDM. Ini mencederai semangat transparansi yang selalu digaungkan pemerintah,” tegas Baihaki, Jumat (16/5/2025).
AMI mengklaim telah mengantongi bukti awal yang cukup kuat dan mendesak aparat penegak hukum segera bertindak. Mereka juga menuntut pencopotan dan proses hukum terhadap Kepala Dinas ESDM Jatim serta Kepala Bidang Pertambangan jika terbukti terlibat.
“Ini bukan sekadar aksi, ini adalah perjuangan untuk menegakkan keadilan dan membersihkan birokrasi dari praktik kotor,” lanjut Baihaki.
Selain sebagai bentuk protes, aksi ini juga dimaksudkan sebagai dukungan terhadap upaya Gubernur Jawa Timur dalam memberantas pungli di sektor pertambangan. AMI turut mengajak masyarakat agar tidak takut melaporkan praktik serupa.
Aksi direncanakan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB setiap harinya, dengan titik kumpul di Taman Makam Pahlawan, Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya. Peserta akan membawa spanduk, poster tuntutan, dan mobil komando untuk menyuarakan aspirasi mereka.
(Redho)








