Tulungagung – Di Kabupaten Tulungagung telah tumbuh dan berkembang Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Al Azhaar yang berkhidmad mulai jenjang PAUD, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA dan SMK. Menyamakan
perkembangan transformasi digital Al Azhaar Tulungagung menyelenggarakan diklat AI dan coding bertempat di ruang pertemuan Al Batul Kedungwaru Tulungagung, pada Selasa (8/7/2025). Menurut Direktorat Humas LPI Al Azhaar, Heru Syaifuddin bahwa saat sudah menjadi kebutuhan dalam dunia pendidikan untuk menerapkan AI (Artificial Intelligence) dan coding. Namun demikian di LPI Al Azhaar Tulungagung dikemas berbasis nilai spiritual. Diklat yang diikuti 45 guru di lingkungan Al Azhaar untuk mewujudkan kecanggihan teknologi dengan nilai-nilai spiritual masuk di kurikulum Al Azhaar Tulungagung pada tahun ajaran 2025/2026.
“Kami siapkan para guru sebagai pionir pembelajaran cerdas dan bernilai spiritual agar tetap menjadikan generasi robbani,” jelas Heru.
Di sela-sela diklat, Pengasuh Pesantren Al Azhaar Tulungagung, KH. Imam Mawardi Ridlwan menjelaskan bahwa tujuan diklat AI dan coding untuk memberi bekal guru konsep dasar AI dan pemrograman. Guru memiliki keterampilan teknologis sehingga mampu menyusun kurikulum yang kontekstual dan transformatif. Dan sekaligus untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, adab, dan kebersamaan dalam pemanfaatan teknologi.
“Guru dilatih memanfaatkan AI untuk pembelajaran serta dasar-dasar coding pemrograman berbasis blok (scratch), teks (python), dan aplikasinya,” jelas Abah Imam.
Lebih lanjut Abah Imam mengharapkan diklat tersebut sebagai upaya integrasi dengan quantum learning. Yaitu untuk menyatukan metode pembelajaran modern dengan perangkat digital.
Diklat yang interaksi dipandu oleh nara sumber nasional Coach Gus Hamid dan Coach Eko Gondrong. Metodologi yang digunakan interaktif dan praktek langsung sehingga para guru dapat menerapkan.
Tampak nara sumber mengajak para guru praktik menggunakan AI dalam kegiatan belajar-mengajar, dan sekaligus merancang media pembelajaran digital berbasis AI yang kontekstual.
Abah Imam menutup panjelasan bawah para guru dilatih agar punya kecakapan secara teknologis dan sekaligus spiritual. Terbangun budaya mengembangkan aplikasi edukasi.
Red







