Sumenep, Jawa Timur – 28 April 2026
Aksi nyata gotong royong ditunjukkan oleh tokoh pemuda dan masyarakat Dusun Biletompok, Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura. Di tengah keterbatasan, warga secara swadaya melakukan perbaikan jalan poros desa yang telah rusak parah selama bertahun-tahun.
Perbaikan jalan tersebut dilakukan pada malam hari dengan melibatkan tokoh pemuda dan masyarakat setempat. Kegiatan ini pun menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial, karena mencerminkan kepedulian tinggi warga terhadap kondisi infrastruktur desa.
Ketua pemuda Desa Daramista, H. Sutomo, menyampaikan bahwa aksi rehabilitasi jalan berupa rabat beton sepanjang kurang lebih 200 meter ini merupakan inisiatif bersama warga. Selain itu, tokoh masyarakat H. Wahyudi juga disebut sebagai salah satu penggerak utama yang memiliki kepedulian besar terhadap kondisi lingkungan, khususnya jalan desa yang rusak.
“Perbaikan ini murni dari swadaya masyarakat. Dana yang terkumpul dari hasil patungan warga hingga pekan pertama mencapai sekitar Rp30 juta,” ungkap H. Sutomo.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga, perbaikan jalan ini dilakukan karena kondisi jalan yang rusak sering menyebabkan kecelakaan, terutama saat musim hujan. Jalan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas pertanian, pendidikan, serta penghubung antar desa dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Warga secara gotong royong melakukan rabat beton sederhana dengan harapan jalan tersebut bisa kembali layak digunakan dan tidak lagi membahayakan pengguna.
Namun di balik aksi solidaritas tersebut, muncul pertanyaan dari sebagian masyarakat terkait pengelolaan dana desa. Mereka mempertanyakan keberadaan dan pemanfaatan anggaran desa yang selama ini dinilai belum terlihat dampaknya terhadap perbaikan infrastruktur.
“Dana desa miliaran rupiah selama ini wujudnya seperti apa? Kok seolah nihil untuk perbaikan jalan ini?” ujar salah satu warga dengan nada kritis.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep dapat segera turun tangan untuk memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur desa, agar tidak terus bergantung pada swadaya warga semata.
Aksi ini menjadi bukti kuat bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Namun di sisi lain, hal ini juga menjadi sinyal penting bagi pemerintah agar lebih responsif dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya terkait pembangunan infrastruktur yang layak dan merata.
(Red/Yadi)








