BANYUWANGI – Ganeshaabadi.com | Setelah di guyur hujan deras kondisi jalan Desa sepanjang, kecamatan Glenmore, kabupaten Banyuwangi di keluhkan masyarakat. Pasalnya, material proyek berupa batu- batu kecil bercampur pasir menutupi permukaan jalan.
Kondisi jalan yang seyogyanya akan di lakukan proyek pelebaran jalan masih menjadi tanda tanya bagi masyarakat, di karenakan pada titik bahu jalan yang telah di keruk selebar 1 meter hingga 60 cm tersebut masih belum terdapat papan nama kegiatan proyek.
Bahkan kondisi jalan yang memang menjadi akses utama penghubung saran aktivitas masyarakat dan pendidikan tersebut pada bagian permukaan tertutup oleh material proyek yang dapat mengancam keselamatan pengunaan kendaraan roda. Rabu,(28/11/2023)
Hal tersebut di sampaikan SW bahwa tumpukan material tersebut akibat hujan yang turun pada hari Minggu malam (25/11) kemarin.
“Naiknya material proyek hingga menutupi permukaan jalan akibat hujan deras tempo hari, sehingga galian proyek ikut menjadi jalan air, akibat nya material nya pun naik ke permukaan jalan,”ujarnya SW
Tentu banyaknya material yang ikut terserat arus hingga menutupi permukaan jalan akan sangat berbahaya.
“Batu yang berukuran kecil dan bercampur pasir tersebut sangat berbahaya bagi kendaraan roda dua. Di tambah,kondisi jalan yang sempit,” terangnya
Di tempat berbeda Munawar aktivis Lingkungan hidup mengatakan bahwa, harusnya pihak yang terkait dengan proyek tersebut tanggap dan melakukan pembersihan material.
“Harusnya pihak terkait tanggap dan tidak membiarkan material tersebut menjadi pemicu kecelakaan, dengan cara pembersihan material yang ada pada permukaan jalan, sehingga tidak mengandung aktifitas masyarakat luas,” tegasnya
lebih lanjut dirinya menambahkan” pentingnya informasi publik akan sebuah aktivitas proyek menjadi salah satu akses untuk masyarakat agar mengetahui jenis kegiatan. Bukan hanya sekedar di kerjakan namun tanpa ada kejelasan dari mana proyek tersebut dan milik siapa. Ketika terjadi sesuai seperti ini maka masyarakat pun mudah menyampaikan keluhannya, semua harus terbuka dan tidak terkesan maling teriak maling,” beber Munarman
(Team/Red)








