Denpasar — Pendekatan humanis kembali ditunjukkan aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Melalui kegiatan Ngopi Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Desa Sumerta Kauh turun langsung menyapa masyarakat di lingkungan Yayasan Madya Nurussalam, Selasa (14/04/2026), guna memperkuat kolaborasi dalam menjaga ketertiban dan keamanan bersama.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai namun produktif tersebut menjadi wadah komunikasi dua arah antara polisi dan warga. Dialog terbuka dimanfaatkan untuk menyerap berbagai masukan, termasuk potensi gangguan kamtibmas yang berkembang di lingkungan masyarakat.
Dalam pertemuan itu, perhatian khusus diberikan pada meningkatnya risiko pencurian kendaraan bermotor. Warga diminta tidak lengah dalam menjaga aset pribadi dengan memastikan kendaraan diparkir di lokasi aman, menggunakan sistem pengamanan tambahan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.
Selain isu kriminalitas, aspek kebersihan lingkungan juga menjadi sorotan penting. Kesadaran kolektif warga dalam mengelola sampah dinilai sebagai bagian integral dari menjaga ketertiban umum. Masyarakat diimbau untuk mulai menerapkan pola hidup disiplin dengan memilah sampah sejak dari sumbernya, serta mematuhi aturan pembuangan yang telah ditetapkan guna mencegah dampak lanjutan seperti banjir dan gangguan kesehatan.
Tak hanya itu, masyarakat juga diingatkan untuk memanfaatkan layanan darurat kepolisian melalui Call Center 110 yang beroperasi selama 24 jam tanpa biaya. Layanan ini diharapkan menjadi jalur cepat pelaporan berbagai kejadian, mulai dari tindak kriminal hingga kondisi darurat lainnya, dengan catatan informasi yang disampaikan harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui program Ngopi Kamtibmas, Polri menegaskan komitmennya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat sebagai garda terdepan deteksi dini. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, bersih, dan kondusif secara berkelanjutan.
(Red)








