NGAWI – Kepolisian Daerah Jawa Timur melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ngawi melakukan pemetaan daerah rawan kecelakaan lalu lintas (blackspot), troublespot, serta wilayah rawan bencana di Kabupaten Ngawi, Jumat (30/1/2026).
Langkah strategis ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini guna meningkatkan keselamatan, keamanan, serta kelancaran arus lalu lintas, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.
Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda Jatim, AKBP Edith Yuswo Widodo, menegaskan bahwa pemetaan tersebut merupakan upaya preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Jawa Timur, khususnya Kabupaten Ngawi.
“Kami melakukan pemetaan ini untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas, terlebih menjelang Ramadhan di mana aktivitas dan mobilitas masyarakat cenderung meningkat,” ujar AKBP Edith, Sabtu (31/1/2026).
Ia menambahkan, jalur-jalur yang memiliki potensi kerawanan baik akibat kecelakaan maupun bencana alam harus diantisipasi sejak dini melalui langkah-langkah konkret kepolisian.
“Kami ingin jalur rawan dapat diantisipasi dengan tindakan yang tepat demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri,” tegasnya.
Salah satu jalur yang menjadi perhatian khusus Ditlantas Polda Jatim di wilayah hukum Polres Ngawi adalah ruas Jalan Ngawi–Caruban, yang dinilai memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Ngawi AKP Yuliana Plantika, S.T.K., S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa pemetaan tersebut juga merupakan bagian dari persiapan pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026.
Menurutnya, tingginya angka kecelakaan di jalur tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kawasan industri, kondisi jalan yang lurus sehingga memicu kecepatan tinggi, kepadatan lalu lintas pada jam tertentu, serta tingginya volume kendaraan akibat aktivitas keluar masuk karyawan pabrik.
“Sebagai tindak lanjut, kami akan melakukan berbagai langkah pencegahan,” jelas AKP Yuliana.
Langkah-langkah tersebut meliputi penambahan dan optimalisasi rambu lalu lintas, peningkatan patroli pada jam-jam rawan, serta sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.
Di tempat terpisah, Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan pemetaan ini merupakan wujud nyata sinergi lintas sektor dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
“Dengan pemetaan yang akurat serta langkah pencegahan yang tepat, kami berharap angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Ngawi dapat ditekan dan masyarakat dapat berkendara dengan aman dan nyaman,” pungkas Kapolres Ngawi.
(Red)








