BOYOLALI — Upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus digencarkan secara berkelanjutan melalui sinergi lintas sektor. Anggota Koramil 13/Nogosari Kodim 0724/Boyolali, Serka Wahyono, bersama kader Posyandu serta petugas kesehatan dari Puskesmas Nogosari, melaksanakan kegiatan pengecekan jentik nyamuk di wilayah Desa Glonggong, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Senin (05/01/2026).
Kegiatan tersebut merupakan langkah konkret dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari potensi penyebaran DBD. Tim gabungan menyasar rumah-rumah warga serta area lingkungan padukuhan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebab demam berdarah.
Babinsa Desa Glonggong, Serka Wahyono, menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan kesehatan masyarakat merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial dan wujud kepedulian terhadap keselamatan warga di wilayah binaan.
“Pengecekan jentik nyamuk ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, sehingga masyarakat dapat terhindar dari ancaman penyakit demam berdarah,” ujar Serka Wahyono di sela kegiatan.
Selain pemantauan jentik, para petugas Jumantik juga memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat terkait langkah pencegahan DBD, dengan menekankan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta gerakan 3M Plus—menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, mengubur barang bekas, dan melakukan upaya pencegahan tambahan lainnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan peran aktif masyarakat semakin meningkat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan. Dengan sinergi antara TNI, tenaga kesehatan, dan warga, Desa Glonggong diharapkan mampu menekan angka kasus DBD dan menciptakan lingkungan yang aman serta sehat bagi seluruh masyarakat.
(Agus Kemplu)








