Jember, – Pemerintah Kabupaten Jember bersama masyarakat Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, sukses menggelar Pawai Ancak Gunungan sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus rangkaian sedekah bumi. Acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB, dengan rute dari depan Kantor BCA menuju Alun-Alun Jember.
Ratusan peserta dari berbagai unsur—mulai dari jajaran pejabat Pemkab Jember, tokoh masyarakat, hingga warga desa—ikut serta dalam kirab akbar ini. Gunungan hasil bumi yang diarak melambangkan rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki serta doa agar keberkahan dan kemakmuran terus terjaga.
Kepala Desa Plalangan, Sofyan Zulkarnain, menegaskan bahwa tradisi ini tidak hanya sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen masyarakat dalam melestarikan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
> “Tradisi ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa budaya leluhur bukan untuk ditinggalkan, tetapi dirawat dan dijadikan sarana memperkuat persatuan. Arak-arakan gunungan adalah wujud syukur kami atas nikmat Allah SWT, sekaligus pengikat silaturahmi masyarakat Jember,” ungkapnya.
Selain arak-arakan hasil bumi, masyarakat juga disuguhkan parade kostum tradisional yang sarat makna budaya. Kreativitas para peserta dalam memadukan seni, simbol kearifan lokal, serta nilai-nilai religius menjadikan acara ini semakin meriah dan penuh warna.
Momentum pawai budaya ini menjadi bukti bahwa Jember tidak hanya kaya hasil bumi, tetapi juga kaya tradisi dan semangat kebersamaan. Pemerintah desa maupun masyarakat berkomitmen menjadikan acara serupa sebagai agenda tahunan yang terus ditingkatkan nilai manfaatnya.
Tentang Pawai Ancak Gunungan
Pawai Ancak Gunungan merupakan tradisi masyarakat Desa Plalangan yang digelar setiap tahun sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen dan limpahan rezeki. Gunungan yang berisi aneka hasil bumi diarak, didoakan, dan kemudian diperebutkan warga, dengan keyakinan membawa berkah bagi keluarga yang mendapatkannya.
(Red)







