Malang – Di Kecamatan Turen Malang telah tumbuh dan berkembang lembaga pendidikan yang berkhidmad untuk jenjang PAUD, TK, dan SD. Lembaga tersebut adalah Al Faraby Turen Malang. Dalam upaya kepedulian dan cinta kasih pada anak yatim Lembaga Pendidikan Al Faraby Turen Malang menyelenggarakan kegiatan santunan kepada 51 anak yatim pada Ahad, 6 Juli 2025. Santunan anak yatim untuk kebersamaan dalam membangun pendidikan berjiwa sosial dan spiritual. Santunan di Al Faraby Turen Malang juga untuk membangkitkan semangat anak-anak dalam menuntut ilmu dan menumbuhkan harapan di tengah keterbatasan.
Menurut Ketua Yayasan Al Faraby Turen Malang, Hj. Istiqomah bahwa pendidikan di Al Faraby Turen Malang menggunakan pendekatan yang mengintegrasikan nilai kasih sayang. Karena itu di hari Asyuro ini Al Faraby Turen selenggarakan santunan anak yatim. Yang diharapkan menjadi pelita dalam perjalanan hidup anak-anak yatim.
Rangkaian santunan anak yatim yang penuh hikmah dimulai dengan drama anak-anak bertema perjuangan anak Palestina dalam upaya menggerokan kemerdekaan Palestina.
Sebelum dilaksanakan Dzikro Istighfarot Asyuro diisi Parenting Tarbiyah bersama Wakil Ketua LD PWNU Jawa Timur, KH. Imam Mawardi Ridlwan.
Masih menurut Ketua Yayasan Al Faraby Turen Malang bahwa santunan anak yatim sebagai bentuk bantuan ikhtiar untuk menanamkan harapan dan cinta dalam hati anak-anak yatim. Pemberian berupa paket sembako, perlengkapan sekolah, dan uang pembinaan diserahkan langsung oleh ketua Yayasan Al Faraby Turen Malang. Dan beberapa wali murid Al Faraby juga memberikan santunan secara langsung ke anak yatim.
Ketua Yayasan Al Faraby Turen Malang, Hj. Istiqomah dalam menutup penjelasan bahwa santunan anak yatim Muharom 1447 H merupakan hasil sinergi orang tua yang murid. Mereka antusias menjadi donatur dan sekaligus menyiapkan kegiatan. Dzikro istighfarot dan santunan anak yatim merupakan upaya yayasan Al Faraby Al Faraby mengajak para wali murid untuk mengikuti dzikir pertaubatan Bulan Muharom dan sekaligus agar memiliki kepedulian masa depan generasi yatama. Dan kebersamaan dengan para yatim mampu membangun generasi yatim yang sholih, sholihah dan terampil.
(Red)








