Musi Rawas – Warga Dusun 1, Desa Lubuk Ngin, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, meluapkan kekesalan atas proyek pengerasan jalan lingkungan permukiman yang dinilai bermasalah. Proyek yang menelan anggaran Dana Desa (DD) sebesar Rp163 juta itu diduga menjadi ajang korupsi oleh oknum kepala desa.
Sejumlah warga mengungkapkan bahwa hasil pengerjaan jalan sangat jauh dari harapan. Alih-alih mempermudah akses, kondisi jalan justru mirip jalan ke kebun, becek dan digenangi air, terutama saat hujan.
“Ini tidak masuk akal. Jalan yang katanya menghabiskan ratusan juta rupiah, kondisinya seperti ini. Becek dan sulit dilalui,” ujar seorang warga dengan nada kecewa, Jumat (2/5/2025).
Pantauan di lokasi menunjukkan penggunaan batu sungai sebagai material utama yang tidak sesuai standar untuk proyek pemukiman. Hal ini memicu dugaan warga atas praktik mark-up anggaran atau penggunaan bahan yang tidak sesuai spesifikasi.
Warga Dusun 1 menuntut pertanggungjawaban dari Kepala Desa berinisial S dan mendesak adanya transparansi dalam pengelolaan Dana Desa. Mereka berharap aparat penegak hukum segera turun tangan.
“Kalau memang terbukti ada korupsi, Kepala Desa harus bertanggung jawab. Ini uang rakyat, harusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat,” tegas warga.
Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Lubuk Ngin melalui pesan WhatsApp belum mendapat tanggapan resmi.
(Erwin – Kaperwil Sumsel Lubuklinggau, Musi Rawas Utara)








