Jakarta Timur — Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan komitmen kuatnya dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui Sidang Penentuan Tahap Akhir (Pantukhir) seleksi Calon Perwira TNI Tahun Anggaran 2026. Sidang strategis ini dipimpin langsung oleh Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi R, dan berlangsung di Aula Satpamwal Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (6/2/2026).
Sidang Pantukhir merupakan tahapan krusial dalam rangkaian seleksi akhir untuk menentukan calon perwira terbaik yang akan mengabdi kepada bangsa dan negara. Adapun peserta seleksi berasal dari beberapa jalur strategis, yakni Dokter Militer Universitas Pertahanan (Unhan), Perwira Prajurit Karier (PA PK) Dokter Spesialis, serta Perwira Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) Penerbang TNI.
Dalam pelaksanaannya, sidang ini dirancang untuk menjamin seluruh proses seleksi berjalan objektif, transparan, dan akuntabel, dengan mengedepankan prinsip profesionalisme serta integritas. Setiap kandidat dinilai secara komprehensif, tidak hanya dari aspek akademik dan teknis, tetapi juga mental, kepribadian, serta kesiapan pengabdian sebagai perwira TNI.
Melalui mekanisme seleksi yang ketat dan terukur ini, TNI memastikan hanya calon-calon terbaik yang dinyatakan layak untuk mengemban tanggung jawab strategis sebagai pemimpin masa depan di lingkungan TNI, khususnya pada bidang kesehatan militer dan penerbangan yang memiliki peran vital dalam mendukung kesiapsiagaan pertahanan negara.
Sidang Pantukhir TA 2026 sekaligus mencerminkan langkah nyata TNI dalam menyiapkan perwira profesional yang adaptif terhadap tantangan zaman, sejalan dengan upaya memperkuat postur pertahanan nasional serta mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.
TNI menegaskan bahwa pembinaan sumber daya manusia unggul merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas, kedaulatan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Autentikasi:
Kabidpenum Puspen TNI
Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi








