Musi Rawas, Sumatera Selatan – Kisah pilu Riansyah (14), bocah yatim di Kabupaten Musi Rawas, mendadak viral setelah video dirinya menangis kehilangan handphone dicuri orang tak dikenal menyebar di media sosial. HP tersebut hilang saat Riansyah mencari brondolan sawit untuk dijual.
Tidak hanya kehilangan barang berharganya, publik juga tersentuh setelah mengetahui bahwa Riansyah tinggal seorang diri di rumah peninggalan almarhum ayahnya di Dusun I, Desa Bamasco, Kecamatan Tuah Negeri. Ia memilih tidak ikut ibunya yang kini sudah menikah lagi, meski keluarga berkali-kali mengajaknya.
Banjir Bantuan dari Dermawan
Pasca viral, banyak pihak tergerak untuk membantu. Pihak Polsek Muara Kelingi bersama Himpunan Pemuda Mahasiswa (Hipama) Muara Kelingi turun langsung menyambangi kediaman Riansyah.
Selain membawa sembako, rombongan juga memberikan bantuan berupa handphone baru untuk mengganti HP peninggalan ayahnya yang hilang. Polisi turut memeriksa kondisi rumah sekaligus melihat jalur yang diduga digunakan pelaku untuk masuk dan mencuri.
Kisah Hidup Riansyah
Poniran, paman Riansyah, menjelaskan bahwa keponakannya memang keras hati memilih tinggal di rumah peninggalan ayahnya. Padahal, ibunya, kakaknya, dan keluarga besar sudah sering mengajak tinggal bersama.
“Memang anaknya yang mau di sini. Ibunya sudah ngajak, kakaknya juga, termasuk saya, tapi dia tidak mau,” ujar Poniran, Selasa (24/9/2025).
Sejak ayahnya meninggal, Riansyah tetap bertahan di rumah tersebut. Saat ibunya menikah lagi dan hendak pindah bersama suami barunya, Riansyah menolak ikut. Malang menimpa ketika HP kesayangannya hilang saat sedang di-charge di rumah, sementara ia pergi mengutip brondolan sawit.
“Itu HP peninggalan almarhum ayahnya. Jadi wajar kalau dia sangat sedih,” tambah Poniran.
Akan Tinggal dengan Keluarga
Untuk sementara, Riansyah kini tinggal bersama pamannya. Sementara ibunya yang tengah sakit masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Sekarang ikut aku dulu, nanti kalau ibunya sudah pulang, baru kita berembuk. Apakah nanti ikut ibunya, atau ikut saya juga tidak masalah. Yang penting ada yang merawat dan mengurusinya,” pungkas Poniran.
(Erwin)







