Medan – Faham Khilafah dinilai tidak sesuai dengan karakter Indonesia yang majemuk, terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan budaya. Hal ini ditegaskan Ustadz Muhyiddin Nasution, S.Pdi dalam kegiatan Sosialisasi Pancasila Sebagai Ideologi Negara Dalam Menghempang Penyebaran Faham Khilafah, Rabu (9/5), di Masjid Almuhajirin, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas.
“Sejak Indonesia merdeka, ideologi kita adalah Pancasila dan tidak bisa diubah. Pancasila juga tidak bertentangan dengan ajaran Islam,” tegas Ustadz Muhyiddin yang juga merupakan anggota Dewan Dakwah Alwasliyah Sumut.
Menurutnya, Pancasila merupakan rumusan nilai-nilai syariat Islam yang telah diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menekankan bahwa jika masyarakat benar-benar mengamalkan kelima sila Pancasila, Indonesia akan menjadi negeri yang diberkahi.

“Kalau Pancasila dijadikan pegangan dalam kehidupan, maka tak ada lagi masyarakat yang menderita. Sayangnya, masih banyak yang belum mengamalkannya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti fenomena banyaknya orang berilmu tapi kurang beradab di Indonesia. Hal ini, katanya, menjadi penyebab carut-marutnya kondisi bangsa saat ini.
Sebagai anggota Dewan Pertimbangan Gerakan Da’i Mengaji Sumut, Ustadz Muhyiddin mengajak para jamaah untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Kalau hidup sudah berkah, maka akan datang banyak kebaikan dan hidup terasa nikmat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa sosialisasi nilai-nilai Pancasila sangat penting dan perlu dilanjutkan secara berkelanjutan ke berbagai lapisan masyarakat sebagai upaya mencegah penyebaran faham khilafah dan radikalisme.
(Tim)







