Tulungagung – Suasana pada Selasa, 19 Agustus 2025 di SPPG Khusus Pesantren Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung gerimis. Enam tokoh agama dan masyarakat melakukan kunjungan untuk belajar di SPPG Khusus Pesantren Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung. Tampak yang hadlir Drh. Fathul Hidayat dari Jakarta, KH. Moh. Hidayat Muhsin dari Ponpes Al Furqon Segok Bangil, Soetrisno dari Sidoarjo, Rooswandi Hidayat, Muxiansa, dan Muhammad K. dari Surabaya
Seorang utusan bertanya bagaimana tata cara pelaksanaan SPPG. Kepala SPPG Khusus Pesantren Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung, Yanita Amalia, S.Pd menjelaskan pihak pesantren atau yayasan harus melakukan pendaftaran ke BGN melalui web resmi BGN.
Setelah diterima maka akan diberi jawaban oleh BGN untuk melanjutkan proses. Setelah ada kepala SPPG maka diberi wewenang untuk melakukan rekrutmen relawan dapur. Mitra harus memilih dan memilah relawan dengan kreteria yang baik agar menjadi timwork.
Ustadz Nurdin selaku Direktur Pelaksana LPI Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung menjelaskan bagaimana cara mendaftar ke BGN sebaiknya melalui web mitra BGN. Kemudian ia menyampaikan cara mendaftar. Semua proses dilakukan tanpa berbayar, tanpa biaya. Karena itu perlu waspada pada pihak-pihak tertentu yang menawarkan jasa daftar BGN tapi berbayar.
“Saya mendapatkan amanah dari Yayasan Al Azhaar Indonesia untuk membantu pendampingan yang berkenan menjadi mitra BGN,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Azhaar Indonesia, KH. Imam Mawardi Ridlwan menyampaikan terima kasih atas shilaturrahim para tokoh agama dan tokoh masyarakat. Para tokoh agama dan masyarakat yang berkenan menjadi mitra BGN sebenarnya telah membantu pemerintah dalam program MBG (Makan Bergizi Gratis).
“Semoga Gusti Alloh Ta’ala memudahkan ikhtiar para bapak sehingga dapat berhasil menjadi mitra BGN. Yayasan Al Azhaar Indonesia siap mendampingi,” tutupnya.
(Red)







